PENAJAM–Target kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) sudah terlampaui. Dari 20 persen yang diinstruksikan Kemendagri, kini angkanya telah mencapai 65 persen, dari jumlah populasi anak di Penajam Paser Utara.
Dengan pencapaian tersebut, PPU menyandang peringkat dua terbanyak anak memiliki KIA di Kaltim. "Yang pertama itu Mahakam Ulu sudah mencapai 75 persen. Di sana jumlahnya 30 ribu penduduk. Kemungkinan total anak sekitar 10 ribuan," terang Kepala Disdukcapil PPU Suyanto.
Sementara itu, untuk PPU jumlah anak mencapai 52 ribu. Diklaim, untuk 35 persen yang belum mencetak KIA, lantaran beranggapan KIA hanya untuk anak-anak. "Mereka rata-rata berusia 15–16 tahun, jadi tidak mau mencetak KIA karena sudah remaja katanya. Padahal, KIA untuk anak umur 0 hingga 16 tahun," bebernya.
Sosialisasi sudah dilakukan oleh Disdukcapil ke sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Dan mayoritas siswa SMA enggan membuat KIA. "Katanya mending langsung mencetak KTP saja nanti. Jadi, mereka enggak mau mengurus KIA," sambungnya.
Pria yang akrab disapa Babe itu melanjutkan, di kota-kota besar banyak manfaat yang didapat anak dengan mencetak KIA. Membeli buku dan masuk ke tempat permainan bisa dapat diskon. Karena ada kerja sama dengan pemerintah dan pengelolanya.
"Ke depan KIA diperlukan untuk mendaftar sekolah dan kepentingan lainnya. Sehingga diwajibkan anak untuk memiliki KIA. Pencetakan KIA sendiri untuk anak usia 0–5 tahun tidak mencantumkan foto. Kalau 5–16 baru ada fotonya," pungkas Babe. (asp/ind/k8)