Bumi Etam punya keindahan alam yang tak hanya di kawasan utaranya. Tetapi juga kabupaten paling selatan; Paser. Di tempat ini, Anda bisa menikmati keindahan alam sekaligus merasakan serunya bertualang dengan rangkaian air terjun. Cukup sehari semalam, keseruan bisa didapatkan tanpa harus naik pesawat.
Nofiyatul Chalimah, Paser
Mungkin sebagian Anda sudah mengenal Gunung Boga atau yang lebih terkenal Bukit Embun di Desa Luan, Muara Samu, Kabupaten Paser. Sebab, bukit ini sempat viral karena halimun yang menyelimutinya. Namun, jika ke Paser, jangan hanya ke bukit embun itu. Sembari pulang, Anda bisa mencoba serunya ke Doyam Seriam.
Untuk memulai petualangan ini, bergegaslah ke Paser menuju Desa Luan. Jika berjalan terus, perlu waktu 7–8 jam untuk sampai ke Bukit Embun dari Samarinda. Waktu yang tepat untuk ke bukit ini adalah sore atau malam.
Menuju bukit ini, Anda akan masuk area perkebunan sawit. Jalannya memang kurang memadai, tapi mobil atau motor masih bisa naik. Jangan lupa, isi tangki bensin Anda harus full, karena tak ada penjual bensin di jalan tersebut.
Sinyal telepon seluler juga di beberapa titik ada yang melemah, bahkan hilang sama sekali. Jika Anda mengandalkan Google Maps untuk ke bukit ini, jangan takut. Sepanjang jalan sudah ada plang penunjuk arah untuk ke Bukit Embun.
MENATAP: Terkadang cukup melamun melihat air terjun dan mendengar suaranya itu sudah mengasyikkan.
Sesampainya di puncak, hawa dingin tentu menyapa. Jika Anda tak menyiapkan peralatan kemah, warga di sana sudah menyediakan sewa tenda. Deretan warung pun siap menemani Anda yang menunggu halimun datang di saat fajar.
Jangan tidur terlalu lelap. Subuh, bangunlah dan bersiap mencari spot terbaik melihat halimun. Jangan heran jika pemandangan di depan Anda, seperti Desa Kirigakure dalam Anime Naruto. Inilah daya tariknya. Kamera pun harus siap untuk mengabadikan momennya.
Jika foto halimun sudah didapat, Anda boleh meninggalkan Bukit Embun tanpa mandi pagi. Arahkan mobil ke arah pulang kembali ke Samarinda. Jangan lupa berhenti di depan Kantor Desa Modang, Paser. Di seberang kantor, Anda akan menemukan plang Doyam Seriam. Tak susah menemukannya, karena kantor desa ini berada di pinggir jalan poros.
Tanya saja warga sekitar untuk mendapatkan kendaraan dan guide menuju air terjun. Salah satu guide yang biasa mengantar pengunjung adalah Erawan. Dia sudah piawai mengendarai mobil modifikasi untuk mengantar pengunjung ke air terjun. Bisa juga, ketika mampir ke Bukit Embun, Anda mampir dahulu ke Desa Modang, untuk janjian dengan Erawan, agar bisa mengantar ke air terjun keesokan harinya.
DUA OPSI: Silakan pilih berenang atau menikmati air terjun.
Ketika Erawan sudah menyalakan mesinnya, di situlah petualangan dimulai. Awal perjalanan, Anda akan berjalan di tengah kebun sawit. Lalu, mobil akan menyeberangi sungai kecil. Perjalanan menanjak belasan kilometer pun dimulai. Siapkan adrenalin Anda, karena bakal banyak goyangan di sepanjang jalan.
"Waktu masih kecil, air terjun itu tempat main kami. Termasuk Pak Kepala Desa Modang. Makanya kami berusaha menentang tambang yang mau masuk. Agar lingkungan kami masih terjaga," ceritanya dengan suara yang beradu suara mesin mobil.
Sesampainya gerbang Doyam Seriam, Anda akan menuruni ratusan anak tangga dari kayu. Rasa lelah Anda pun terbayar dengan jernihnya air terjun belasan tingkat yang bisa diminum langsung. Silakan berenang sepuasnya dan mandi di sana.
Jika sudah puas mandi, waktunya kembali. Namun, petualangan lain dimulai. Selain menyusuri anak tangga, untuk ke air terjun, bisa melalui jalur trekking yang sudah dibuat warga desa. Jalur trekking ini lebih seru. Anda harus meniti pinggiran tebing di air terjun, menyeberangi air terjun, sambil menikmati belasan tingkat air terjun yang ada. Di sini, perlunya guide agar Anda tak tersesat. Mungkin lelah, tetapi ini jadi pengalaman yang menyenangkan.
Perjalanan kembali biasanya lebih lama dibandingkan naik tangga. Tetapi, jalur trekking ini sangat menyenangkan dan yang paling membekas bagi mereka yang pernah melewatinya. Jangan lupa atur napas agar bisa sampai kembali ke atas dan naik mobil Erawan. Lalu kembalilah ke kendaraan Anda dan pulang dengan segudang cerita dari Paser. (***/dwi/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria