Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300/1701/Pem, semua mal di Kota Minyak khusus pada hari pertama Idulfitri, Kamis (13/5) tak boleh beroperasi.
BALIKPAPAN – Sesuai rencana dan pertimbangan awal, Pemkot Balikpapan menutup tempat wisata dan fasilitas umum di Kota Minyak selama Idulfitri. Keputusan ini sudah tertuang melalui Surat Edaran Wali Kota Balikpapan Nomor 300/1701/Pem.
Penutupan sementara untuk tempat wisata, fasilitas umum, mal, dan pengaturan jam operasional kegiatan usaha pada Ramadan dan Idulfitri. Kepala Satpol PP Balikpapan Zulkifli mengatakan, pihaknya menutup sementara semua mal di Kota Minyak khusus pada hari pertama Idulfitri, Kamis (13/5).
Termasuk seluruh supermarket yang ada di dalam mal tersebut. “Sebenarnya mal bukan tempat rekreasi, tapi kadang masyarakat bingung mau ke mana, jadi ke mal,” tuturnya. Berbeda dengan objek wisata yang tutup selama 13-16 Mei, pihaknya memiliki berbagai pertimbangan menutup mal hanya sehari.
Dia menjelaskan, mal ini tempat menyediakan bahan pokok seharian dan obat-obatan. Jadi, sama seperti pasar rakyat juga menyediakan bahan pokok yang tidak mengalami penutupan. “Maka kami pertimbangkan tutupnya hanya satu hari,” imbuhnya.
Kemudian operasional mal sudah terpantau oleh posko Satgas Penanganan Covid-19 di pusat perbelanjaan. “Jadi, tetap mal dalam pantauan. Mal yang teridentifikasi memiliki banyak kerumunan, kita bentuk posko,” ucapnya. Dia menambahkan, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sudah memonitor posko secara langsung.
Hasil dari monitoring tersebut, pengunjung mal terhitung landai dan situasi terkendali. Dia memprediksi pengunjung mal akan sepi saat momen Lebaran, mengingat sudah ada pembatasan yang dilakukan oleh kabupaten/kota lainnya. Menurutnya, mal biasa ramai pada weekend karena pengunjung kota sekitar Balikpapan.
“Tapi mereka sekarang masing-masing sudah melarang bepergian. Jadi, diprediksi mal nanti sepi,” sebutnya. Total petugas yang memantau posko sebanyak 160 orang. Mereka tersebar di delapan posko mal di Kota Beriman. Setiap sif terdapat 10 orang yang bertugas.
“Mereka berada di dalam mal, sifatnya berkeliling memantau pengunjung. Kami sediakan pengeras suara untuk menegur pengunjung yang tidak memakai masker. Kemudian, temuan paling kedua banyak yang tidak menggunakan masker di restoran. Harusnya tidak pakai masker saat makan saja, sehabis itu mengobrol pakai lagi maskernya,” ujarnya. Zulkifli mengaku, manajemen mal menyambut baik kehadiran posko. Ada tambahan personel agar pengawasan bisa lebih efektif.
Sementara itu, kebijakan lainnya juga dilakukan penutupan tempat wisata selama 13-16 Mei. Mulai dari Pantai Manggar, Pantai Lamaru, Pantai Kemala, dan Pantai Kilang Mandiri. Selanjutnya, Penangkaran Buaya Teritip, Kebun Raya Balikpapan, dan kawasan wisata Balikpapan lainnya.
“Termasuk Lapangan Merdeka, Melawai, berbagai objek wisata dan fasilitas umum lainnya akan ditutup selama momen Lebaran,” ungkapnya. Dia berharap, warga Kota Beriman dapat memahami kebijakan yang diambil pemerintah daerah. Ini semua melihat situasi pandemi yang hingga kini belum berakhir.
Terutama berkaca dari kasus tsunami Covid-19 yang terjadi di India, kasus di salah satu negara Asia Selatan ini meningkat tajam setelah perayaan keagamaan. (gel/ms/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria