Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Chelsea Juara Liga Champions, Kante Man of The Match

izak-Indra Zakaria • Minggu, 30 Mei 2021 - 19:58 WIB
Kai Havertz membawa Chelsea unggul atas Manchester City di babak pertama laga final Liga Champions 2020/21 di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.
Kai Havertz membawa Chelsea unggul atas Manchester City di babak pertama laga final Liga Champions 2020/21 di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB.

Chelsea menyegel gelar juara Liga Champions musim 2020/21 usai mengalahkan Manchester City dengan skor tipis 1-0. Laga final Liga Champions antara Man City vs Chelsea berlangsung di Estadio do Dragao, Porto, Minggu (30/5/2021) dini hari WIB. Pada laga final ini, pelatih kedua tim menurunkan skuat terbaiknya.

Pep Guardiola mengandalkan trio Raheem Sterling, Kevin de Bruyne dan Riyad Mahrez di depan. Sementara Thomas Tuchel memainkan Timo Werner sebagai striker tunggal, dibantu Mason Mount dan Kai Havertz.

Sepanjang laga, Man City mendominasi penguasaan bola, 65 berbanding 35 persen.Tapi bicara peluang, Chelsea lebih mengancam pertahanan The Citizen, terutama lewat serangan balik. Kebuntuan pecah pada menit ke-42, setelah Kai Havertz memaksimalkan umpan terobosan Mason Mount, mel ewati Ederson sebelum menceploskan bola ke gawang yang sudah kosong. Skor 1-0 untuk The Blues bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Man City terus menekan pertahanan Chelsea. Sementara The Blues, seperti biasamengandalkan serangan balik. Guardiola mencoba mencari cara lain membongkar pertahanan anak asuh Thomas Tuchel, dengan memasukkan Gabriel Jesus, Fernandinho hingga Sergio Aguero. Tapi hingga laga bubar, skor 1-0 untuk Chelsea tidak berubah.

Chelsea pun keluar sebagai juara Liga Champions musim 2020/21. Sementara Man City yang baru kali ini tampil di final UCL, kembali harus mengubur mimpi mengangkat trofi Si Kuping Besar. 

Pelatih City Pep Guardiola punya pandangan mengapa timnya kalah dari Chelsea. Ia menilai Chelsea juara karena performa yang apik dalam bertahan dan menyerang selama 90 menit. Man City berupaya menguasai pertandingan sejak awal laga. Sempat membuka peluang melalui Raheem Sterling, The Citizens justru beberapa kali kecolongan setelah itu. Beruntung Timo Werner gagal menuntaskan peluang.

Sampai kemudian sebuah umpan Mason Mount menjadi awal petaka Man City. "Ini adalah musim yang luar biasa buat kami. Sebuah kehormatan bisa berada di sini. Pada babak kedua kami benar-benar cerdik dan berani. Tetapi mereka bertahan begitu kuat dan sangat cepat dalam serangan balik. Kami akan kembali ke sini mungkin suatu hari nanti. Saya sudah melakukan yang terbaik," kata Guardiola dikutip dari CNN.

Sementara itu meskipun tak mencetak gol, kembali N'golo Kante menjadi pemain terbaik dalam laga itu alias man of the match. Dalam laga ini, seperti biasa Kante bermain penuh determinasi dan menguasai lapangan tengah. Gelandang pekerja keras itu tampil apik menjaga keseimbangan lini tengah The Blues. Tak hanya menjaga keseimbangan lini tengah Chelsea, daya jelajah tinggi pemain murah senyum itu juga membuat Manchester City kesulitan membangun serangan. UEFA secara khusus menyoroti keberhasilan Kante mematikan pergerakan playmaker Man City, Kevin De Bruyne, sejak babak pertama hingga pertengahan babak kedua.

"Kante memberi pengaruh besar di lini tengah terutama melalui pergerakan tanpa bola," kata pengamat teknis UEFA, John Peacock soal penampilan N'Golo Kante pada final Liga Champions 2021. "Kante juga membentuk kemitraan yang sangat baik dengan Jorginho," ujar Peacock menambahkan.

Dilansir Squawka, Kante membuat sejumlah catatan spesial di antaranya, 10 kali membuat ball recovery dua kali clearance, dan dua kali intecept.Pemain berusia 30 tahun itu juga dapat memenangkan duel udara (aerial duel) sebanyak empat kali. Catatan tersebut membuat Kante menjadi pemain Chelsea yang lebih banyak memenangkan duel udara pada laga final tersebut. Padahal, Kante adalah pemain terpendek pada pertandingan tersebut. (j)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Bola Eropa