Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Puisi Karya Jamiah

izak-Indra Zakaria • 2021-08-02 10:38:42
Photo
Photo

Penantian

 

Akhirnya kita sampai

pada petang paling sunyi

yang menyulap kebun bunga

dengan warna-warna merah jambu

 

Sepasang capung terjebak

mabuk barangkali

atau merasa begitu getar

dengan aroma mawar-mawar

yang semerbak melayang di udara

 

Waktu jadi satuan musim

yang teramat rahasia

pada kedalaman tak terukur

engkau mengubur berita kedatangan

kepergian

dan rencana-rencana kepulangan

 

Parasmu semakin kabut

dan aku seperti pucuk daun

yang dibasahi bulir-bulir embun

yang menetes lalu hilang

yang berbisik

pada matahari pagi; agar bergegas membagi terang

biar aku riang

membulatkan mata

juga menopang dagu dengan dua telapak tangan

bagi mendengar cerita tentang naga

yang konon bisa mendarat tanpa sayap

 

 

 

Udara

 

Aku udara

yang kau kecup lalu hilang

dan dari tunas kata

kau menjelma taman bunga

rimbun di dadaku

menyiram ladang kering di hati

mengusap resah yang menetes di pipi

 

Kau kah itu?

yang kupanggil di antara rinai hujan larik-larik

gigil didera musim

membekukan ruang dan waktu

menuntun kakimu pada sebuah jalan pulang; ke arahku

 

Aku udara

yang kau temukan di sela segala

cuaca dan malam

merasuk ke dalam puisimu yang dingin

merenda segala ingin

menyisakan puing-puing

dari bangunan sajak yang runtuh

kau pun berbaring

sementara bulan lelap di hatimu

yang berdinding sunyi dan tak utuh

 

Kau kah itu?

yang menunggu hujan reda

sambil menjahit bait-bait

menjadi selimut kata

dan untuk pertama kali

aku tergugah

saat kau mengucapkan apa saja.

 

 

JAMIAH, mahasiswa asal Penajam Paser Utara, Kaltim. Sedang menempuh pendidikan di Fakultas Pertanian, Universitas Mulawarman, Samarinda.

Editor : izak-Indra Zakaria
#sastra #puisi