Syamsidar Sutan
Dosen Teknik Geologi FST–UMKT
Di negara Republik Indonesia terdapat lebih dari 17 ribu pulau dan di Indonesia terdiri dari berbagai macam iklim, yaitu iklim muson dipengaruhi oleh angin musiman yang berubah-ubah pada setiap periode tertentu, iklim laut dipengaruhi oleh wilayah laut, iklim panas atau iklim tropis dipengaruhi oleh posisi Indonesia yang berada di wilayah tropis.
Khusus untuk iklim panas karena bersifat panas memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Suhu tinggi mengakibatkan penguapan yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan, sehingga faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi geologi di suatu lingkungan tersebut.
Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dengan berbagai aspeknya, termasuk di dalamnya adalah batuan, bentukan tektonik dan hubungan antar batuan serta proses kejadiannya. Geologi juga merupakan kelompok ilmu yang membahas tentang sifat dan bahan material yang menyusun bumi, struktur, proses-proses yang bekerja baik di dalam maupun di atas permukaan bumi.
Untuk itu, geologi dapat digolongkan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang kompleks, mempunyai pembahasan materi yang beraneka ragam namun juga merupakan suatu bidang ilmu pengetahuan yang menarik untuk dipelajari. Ilmu ini mempelajari dari benda-benda sekecil atom hingga ukuran benua, samudra, cekungan dan rangkaian pegunungan.
Jika kita amati sekitar kehidupan manusia, hampir semua kebutuhan kita sehari-hari diperoleh dari bumi mulai perhiasan, perlengkapan rumah tangga, alat transportasi hingga bahan energinya. Contohnya minyak dan gas bumi serta batu bara. Setiap bentuk kegiatan manusia akan berhubungan dengan bumi, baik itu berupa pembangunan pekerjaan sipil, misal; bendungan, jembatan, gedung-gedung bertingkat yang dibangun di atas permukaan bumi.
Kaitan yang erat dengan bidang kerekayasaan tersebut terdapat pada teknik sipil, pertambangan, pengembangan wilayah, tata perkotaan, kawasan hutan serta ekosistem lingkungan. Ini sangat memengaruhi dan menyebabkan ilmu ini semakin banyak dipelajari, tidak hanya oleh mereka yang akan memperdalam bidang geologi sebagai profesinya, tetapi juga bagi lainnya yang bidang profesinya mempunyai kaitan erat dengan kebumian.
Unsur-unsur yang menyusun batuan serta kapan batuan tersebut terbentuk dan bagaimana proses batuan terbentuk, ini seperti halnya batu bara yang terbentuk dari sisa tumbuhan yang terhumifikasi dengan waktu puluhan juta tahun yang lalu, peristiwa tersebut dapat dijelaskan dengan ilmu geologi.
Di sinilah pentingnya kita sebagai seorang yang menggeluti bidang geologi untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat juga mengetahui tentang ilmu-ilmu kebumian yang berkaitan dengan ilmu geologi.
Seorang ahli geologi disebut geolog mempunyai tugas di samping melakukan penelitian untuk mengungkapkan misteri yang masih menyelimuti bumi. Geolog juga harus dapat menjelaskan proses-proses yang berhubungan dengan bahan pembentuk bumi, gerakan lempeng dan perubahan yang terjadi seperti gempa-bumi dan meletusnya gunung api, sehingga seorang geolog harus mempunyai tingkat keyakinan geologi yang baik dan benar untuk melakukan interpretasi dalam menjelaskan dan menemukan bahan-bahan yang kita butuhkan.
Semakin berkembangnya penghuni bumi, sebelumnya pemilihan wilayah permukiman bukan merupakan masalah, justru sekarang ini pengembangan wilayah harus memerhatikan dukungan terhadap lingkungan yang ditentukan oleh faktor-faktor geologi agar pembangunannya tidak merusak keseimbangan alam.
Dalam periode abad ke-20 ini, bagian dari ilmu geologi ini dapat dikatakan sedang berada dalam puncak perkembangannya yang semakin mempesona bagi para pakar ilmu kebumian, yaitu dengan dicetuskannya Konsep Tektonik Global Yang Baru (The New Global Tectonic).
Teori ini telah menimbulkan suatu revolusi dalam pemikiran baru dan telah banyak memengaruhi cabang-cabang lainnya dari ilmu geologi seperti petrologi, stratigrafi, geologi struktur, tektonik serta implikasi penerapannya terhadap pembentukan cebakan mineral, minyak bumi dan sebagainya.
Kata “geologi” pertama kali dipergunakan pada 1473 oleh Ricardh de Bury untuk hukum atau ilmu kebumian. Geologi modern berkembang pada akhir abad ke-18, James Hutton merupakan bapak geolog modern. Pada 1795, James Hutton menerbitkan bukunya yang berjudul: Theory of the Earth, ia mencetuskan doktrin Uniformitarianism (“The present is the key to the past”) artinya gaya atau proses yang membentuk permukaan bumi seperti yang kita amati sekarang ini telah berlangsung sejak terbentuknya bumi.
Para geolog telah membantu dalam menentukan umur bumi yang diperkirakan sekitar 4.5 miliar tahun, dan menentukan bahwa kulit bumi terpecah menjadi lempeng tektonik yang bergerak di atas mantel yang setengah cair (asthenosfer) melalui proses yang sering disebut tektonik lempeng.
Geolog membantu menemukan dan mengatur sumber daya alam yang ada di bumi, seperti minyak bumi, batu bara, dan mineral yang memiliki nilai ekonomis seperti metal, besi, tembaga, uranium, asbestos, perlit, mika, fosfat, zeolit, tanah liat, pumis, kuarsa dan silika serta elemen lainnya seperti belerang, klorin, dan helium.
Sebagian dari orang-orang awam yang menganggap bahwa ilmu geologi hanya berkaitan dengan batuan melalui pertambangan mineral dan batu bara, ternyata saat kita membedah ilmu geologi, kita akan mendapatkan hasil yang sangat banyak, bahkan ilmu geologi merupakan ilmu yang sangat kompleks.
Geologi tidak hanya berbicara tentang apa itu batuan? Bagaimana proses pembentukan batuan dan mineral? Akan tetapi, ilmu geologi juga mengungkap tentang pembentukan batuan dari beberapa puluh ribu tahun yang lalu, maka dari itu geologi ini bersifat ilmu yang dapat menguak misteri-misteri dari pembentukan batuan yang terbentuk jauh sebelum manusia modern.
Adapun peran utama para geolog untuk kawasan IKN yang saat ini masuk sebagian wilayah kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur yaitu, utamanya berkaitan dengan penyediaan informasi geologi tata lingkungan dan tata urban secara pembagian kawasan geologi meliputi optimasi penggunaan lahan. Kemusian optimasi penggunaan sumber daya, pengurangan risiko bencana yang berkelanjutan, berwawasan lingkungan dan dengan berdasar pada data geologi itulah pemerintah dan stakeholder pada skala yang diperlukan dapat mengambil kebijakan yang tepat dan strategis. (luc/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria