Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Presiden Sri Lanka Kabur ke Maladewa, Sembunyi di Tempat Rahasia

izak-Indra Zakaria • Rabu, 13 Juli 2022 - 22:35 WIB
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan istrinya berhasil kabur ke Maladewa. Mereka bersembunyi di tempat rahasia dan dijaga pengawalan militer. (Reuters/File)
Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan istrinya berhasil kabur ke Maladewa. Mereka bersembunyi di tempat rahasia dan dijaga pengawalan militer. (Reuters/File)

Setelah mencoba berkali-kali untuk kabur, akhirnya Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan istrinya berhasil kabur ke Maladewa. Laporan AFP menyebutkan, Rajapaksa dan istri tiba di Maladewa dijaga ketat oleh pengawal. India membantah memfasilitasi kaburnya pemimpin yang digeruduk jutaan rakyat itu.

Padahal sebelumnya pihak imigrasi sudah menolak untuk mencap paspornya. Namun belakangan justru dilaporkan sang presiden dan istri sudah mendarat di Maladewa. “Presiden, istri dan dua pengawalnya meninggalkan negara dengan pesawat Angkatan Udara Sri Lanka menuju kota Male, ibu kota Maladewa,” kata sebuah laporan Associated Press yang mengutip seorang pejabat imigrasi. Keberangkatan Presiden terjadi sehari setelah saudara lelakinya dan mantan Menteri Keuangan Basil Rajapaksa dihentikan di bandara ketika ia mencoba meninggalkan negara itu. Komisi Tinggi India membantah memfasilitasi kepergian Rajapaksa.

“Dengan tegas menyangkal laporan media yang tidak berdasar dan spekulatif bahwa India memfasilitasi perjalanan @gotabayar @Realbrajapaksa yang dilaporkan baru-baru ini keluar dari Sri Lanka,” kata Komisi Tinggi India di Kolombo lewat kicauannya seperti dilansir dari Indian Express, Rabu (13/7).

“Presiden Gotabaya Rajapaksa telah mendarat di Male, Maladewa setelah melarikan diri dari Sri Lanka,” kata jurnalis Daily Mirror Jamila Husain di Twitter. 

Dia menambahkan bahwa presiden dijaga ketat oleh angkatan bersenjata. Male kemungkinan akan menjadi tujuan transit tujuan akhir.

Kantor berita AFP mengatakan, setibanya di Maladewa, Presiden Rajapaksa dibawa ke lokasi yang dirahasiakan di bawah pengawalan polisi. Rajapaksa takut amukan rakyat terjadi setelah ia resmi mundur.

Akankah Gotabaya Rajapaksa ditangkap? Presiden Sri Lanka dilindungi dari penangkapan saat berkuasa, dan kemungkinan Rajapaksa merencanakan pelariannya saat dia masih memiliki kekebalan konstitusional.

Gugatan korupsi terhadapnya dalam peran sebelumnya sebagai pejabat pertahanan dicabut ketika ia terpilih sebagai presiden pada 2019. Meskipun Rajapaksa telah setuju untuk mundur di bawah tekanan, Ketua Parlemen Sri Lanka belum menerima surat pengunduran diri Presiden, menurut laporan Reuters.

Partai oposisi utama Sri Lanka akan mencalonkan pemimpinnya, Sajith Premadasa, sebagai presiden negara berikutnya. Pemilihan akan diadakan di parlemen pada 20 Juli.

TAK BERHENTI DI MALADEWA

Seorang sumber pemerintah mengatakan Rajapaksa berangkat ke Male, ibu kota Maladewa. Presiden Sri Lanka itu kemungkinan besar akan melanjutkan perjalanan ke negara Asia lainnya dari sana, kata sumber itu.

Pejabat imigrasi mengatakan, pihak berwenang berdasarkan hukum tidak dapat mencegah presiden yang masih menjabat untuk meninggalkan negara itu.

Rajapaksa akan mengundurkan diri sebagai presiden pada Rabu untuk memberi jalan bagi sebuah pemerintah persatuan di Sri Lanka, setelah ribuan pengunjuk rasa menyerbu kediaman resminya dan perdana menteri negara itu pada Sabtu (9/7) untuk menuntut penggulingan mereka. 

Presiden Rajapaksa belum terlihat di depan umum sejak Jumat (8/7). Sementara Parlemen Sri Lanka akan memilih penggantinya pada 20 Juli.

Keluarga Rajapaksa, termasuk mantan perdana menteri Mahinda Rajapaksa, telah mendominasi politik negara berpenduduk 22 juta jiwa itu selama bertahun-tahun. Sebagian besar warga Sri Lanka menyalahkan mereka atas masalah yang terjadi saat ini.

Ekonomi Sri Lanka yang bergantung pada pariwisata sangat terpukul oleh pandemi Covid-19 dan penurunan pengiriman uang dari warganya yang bekerja di luar negeri. Sementara larangan penggunaan pupuk kimia telah menurunkan hasil pertanian. Larangan itu kemudian dibatalkan. 

Pemerintahan keluarga Rajapaksa menerapkan pemotongan pajak populis pada 2019 yang mempengaruhi keuangan pemerintah sementara penyusutan cadangan devisa negara telah membatasi impor bahan bakar, makanan dan obat-obatan. Penggunaan bahan bakar di negara itu sangat dijatah dan antrean panjang terbentuk di depan toko-toko yang menjual gas untuk memasak.

Inflasi utama di Sri Lanka mencapai 54,6 persen pada Juni dan bank sentral telah memperingatkan bahwa itu bisa naik menjadi 70 persen dalam beberapa bulan mendatang. 

Mahinda Rajapaksa, saudara laki-laki presiden Gotabaya Rajapaksa, mengundurkan diri sebagai perdana menteri Sri Lanka pada Mei setelah protes terhadap keluarga itu berubah menjadi kekerasan. Mahinda tetap bersembunyi di sebuah pangkalan militer di timur negara itu selama beberapa hari sebelum kembali ke Kolombo.

Protes terhadap Pemerintah Sri Lanka telah membara sejak Mei, tetapi kembali mencapai puncaknya pada Sabtu (9/7) lalu ketika ratusan ribu orang membanjiri Kolombo dan menduduki gedung-gedung penting dan tempat tinggal pemerintah.

Pada Selasa (12/7), pejabat imigrasi mencegah saudara laki-laki lainnya dari presiden Gotabaya Rajapaksa, yakni Basil Rajapaksa yang adalah mantan menteri keuangan, untuk terbang ke luar negeri. Tidak jelas ke mana Basil Rajapaksa, yang juga memegang kewarganegaraan Amerika Serikat itu, mencoba pergi.

Basil mengundurkan diri sebagai menteri keuangan Sri Lanka pada awal April di tengah protes keras di jalanan terhadap kekurangan bahan bakar dan makanan, dan dia berhenti dari jabatannya di parlemen pada Juni. (jpc)

Editor : izak-Indra Zakaria
#Mancanegara