Rakyat Sri Lanka mengamuk di kantor Perdana Menteri sebagai imbas Gotabaya Rajapaksa belum mengundurkan diri sampai sekarang. Padahal, dia sempat mengatakan bakal mundur pada Rabu (13/7). Gotabaya kini justru melarikan diri ke Maladewa dan belum mengundurkan diri secara resmi.
Gotabaya awalnya berjanji akan mengundurkan diri secara resmi pada Rabu (13/7), tetapi malah meninggalkan negara yang dilanda krisis itu. Ia juga menunjuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe sebagai penjabat pengganti sementara presiden.
Sikap ingkar janji Gotabaya semakin membuat rakyat marah. Rakyat sudah menahan lapar karena krisis bahan pokok, bahan bakar, dan obat-obatan. Ratusan demonstran menerobos kompleks kantor Perdana Menteri di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, pada Rabu (13/7).
Puluhan Orang Terluka
Setidaknya 30 orang menderita luka-luka dan dirawat di rumah sakit, menurut Rumah Sakit Nasional Kolombo. Seorang perawat di rumah sakit mengatakan kepada CNN bahwa banyak orang dibawa masuk karena menghirup gas air mata, sementara yang lain mengalami luka dan memar kemungkinan mencoba melompati pagar. Perawat tidak mengonfirmasi adanya luka tembak.
Sesuai konstitusi Sri Lanka, pengunduran diri Gotabaya hanya akan dianggap resmi setelah ketua parlemen menerima surat yang menyatakan mundur. Ketua Parlemen Mahinda Yapa Abeywardena mengatakan bahwa Gotabaya telah meyakinkan dia tentang pengunduran dirinya melalui telepon pada Rabu (13/7), tetapi surat pengunduran diri masih belum diterimanya.
Pengganti sementara Gotabaya, Wickremesinghe mengumumkan keadaan darurat di seluruh Sri Lanka dan penerapan jam malam pada Rabu (13/7). Keberadaan Gotabaya di Maladewa saat ini tidak diketahui atau dirahasiakan. (jpc)