Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dorong Swasembada Pangan Petani Ternak Sapi, Per Kampung Lima Ekor Sapi, untuk Pupuk dan Pedaging

izak-Indra Zakaria • 2022-07-18 13:32:11
RAKOR: Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh (tengah) didampingi Wakil Bupati Yohanes Avun (dua kanan) dalam sesi diskusi di rakor ketahanan pangan di Balai Adat Ujoh Bilang, Kamis (14/7). JODY KRISTIANTO/KP
RAKOR: Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh (tengah) didampingi Wakil Bupati Yohanes Avun (dua kanan) dalam sesi diskusi di rakor ketahanan pangan di Balai Adat Ujoh Bilang, Kamis (14/7). JODY KRISTIANTO/KP

UJOH BILANG – Swasembada pangan masih jadi atensi utama Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu), selain mencegah krisis makanan juga bisa menambah pendapatan bagi petani di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai. Sebab itu, pertanian jadi salah satu tonggak ekonomi rakyat yang masih bisa bergerak saat ini.

Menyiasati hal itu, Pemkab Mahulu melakukan upaya diversifikasi usaha tani kepada masyarakat, yakni dengan program ternak sapi. Ternak sapi bisa menjadi jawaban dalam banyak hal kebutuhan pupuk padi lahan kering yang saat ini digalakkan oleh masyarakat  Mahulu, terutama kebutuhan pupuk organik.

Wakil Bupati Yohanes Avun menuturkan, bupati dan dirinya telah memberikan pesan kepada masyarakat dalam membuka lahan tambahan seluas 2 hektare untuk kebutuhan ternak sapi. “Kita kalau mulai beternak sapi, paling tidak yang perlu disiapkan adalah pakannya. Kalau sudah ada pakannya baru kita mulai pengadaan sapinya. Jadi, sapi datang bisa makan,” sebut wabup usai ikut pembukaan rakor dan evaluasi pemerintah kampung dalam ketahanan pangan di Balai Adat Ujoh Bilang, Kamis (14/7).

Luas lahan yang diperlukan itu nantinya akan menjadi tempat pemeliharaan sapi berikut dengan tanaman pakan ternak, lahan dipersiapkan dengan membangun reng menjadi beberapa bagian sehingga bisa dibagi wilayah berjenjang untuk penanaman dan penggunaan rumput.

“Lapang itu nanti dibuatkan reng atau kandang di dalamnya, sehingga nanti sapi makan secara bergiliran dalam reng-reng yang telah disiapkan, dalam jeda waktu itu dia kembali ke reng pertama, saat kembali ke lapang rumput sudah meninggi. Jadi, makanannya akan ada terus tidak habis-habis. Tidak susah kok sebenarnya ternak sapi, nanti DKPP akan sediakan bibit rumput dan melakukan pengecekan kesiapan,” imbuh Avun.

Dirinya menyebut, dengan memelihara sapi para petani akan sangat diuntungkan selain mendapatkan pupuk organik gratis, bila sudah banyak maka bisa dijual sebagai pedaging. “Kita berharap mereka buka seperti itu, dengan sosialisasi ini juga jadi usaha kotoran bisa jadi pupuk dan jika jantannya banyak ini bisa jadi pedaging, karena ini potensi lahan kita punya luas,” tambahnya.

Terkait biaya, nanti kampung bisa mengadakan sendiri bila sudah siap lahan dan pakannya. Pengadaan kampung ini bisa dilakukan sesuai Perpres Nomor 104/2021 tentang penggunaan dana desa 20 persen dialokasikan untuk program ketahanan pangan.

Sementara itu Kepala DKPP Saripudin mengatakan, setiap kampung perlu lima ekor sapi, dengan rincian empat betina dan satu ekor jantan. Ini dikarenakan kebutuhan untuk pemupukan lumayan besar, yakni 10 hektare lahan padi kering. “Kita nanti siapkan jenis bibit rumputnya, penanaman rumput hingga bisa dipakai kira-kira enam bulan. Jadi, saat ini fokus lahan dan pelatihan petani untuk memproses kotoran menjadi pupuk,” ucapnya. (rdh/k15)

JODY KRISTIANTO

Jody.kaltimpost@gmail.com

 

Editor : izak-Indra Zakaria
#ADV PEMKAB MAHULU