BALIKPAPAN–Setrum di seluruh wilayah Kalimantan akan terkoneksi. PT PLN tengah membangun jaringan interkoneksi Kalimantan melalui “tol listrik” yang menghubungkan sistem jaringan listrik di wilayah barat dan wilayah timur Kalimantan. Ada dua unit wilayah yang melaksanakan pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan.
Yakni, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (Kalbagbar), meliputi Kalbar dan Kalteng yang berkedudukan di Pontianak. Selanjutnya, PLN UIP Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim) dengan wilayah kerja Kalsel, Kaltim, dan Kaltara di Balikpapan. Khusus PLN UIP Kalbagtim, saat ini tengah mengerjakan kegiatan pembangunan interkoneksi Kaltim ke Kaltara. Meliputi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tidang Pale–Malinau (67,76 kms), lalu SUTT 150 kV Tanjung Selor–Tidang pale (221,65 kms), SUTT 150 kV Tanjung Redeb–Tanjung Selor (180,63 kms), SUTT 150 kV Tanjung Redeb–Talisayan (214,7 kms), SUTT 150 kV Maloy–Talisayan (225 kms), dan SUTT 150 kV Sangatta–Maloy (151,52 kms).
Selain itu, ada Gardu Induk (GI) 150 kV Maloy (30 MVA), GI 150 kV Talisayan (30 MVA), GI 150 kV Sangatta, GI 150 kV Malinau, GI 150 kV Tidang Pale, GI 150 kV Tanjung Selor, dan GI 150 kV Tanjung Redeb. “Jadi melalui jalur Sangatta–Maloy, kemudian Maloy–Talisayan, Talisayan–Tanjung Redeb, Tanjung Redeb–Tanjung Selor, yang sudah tersambung. Lalu akan menyambung lagi ke Tidang Pale. Ini yang sedang kita lakukan sekarang. Untuk melakukan interkoneksi Kaltim dan Kaltara,” kata General Manager (GM) PLN UIP Kalbagtim Josua Simanungkalit, Selasa (27/9) lalu.
Sementara itu, untuk menginterkoneksiksn jaringan listrik Kaltim dengan Kalsel, dilaksanakan proyek SUTT 150 KV Grogot–Sei Durian (174,85 kms), SUTT 150 kV Sei Durian–Tarjun (197,7 kms), SUTT 150 kV Tarjun–Batulicin (197,7 kms), GI 150 kV Tarjun (4 LB, 1 BC, 1 TB, 30 MVA) & Ext 2 LB (Arah Sei Durian), GI 150 kV Sei Durian (4 LB, 1 TB, 30 MVA, 1 BC) & GI 150 kV Ext 2 LB Grogot arah Sei Durian, dan GI 150 kV Batulicin dan GI 150 kV Grogot. “Dan untuk interkoneksi Kaltim dan Kalsel mengambil jalur Tarjun-Sei Durian yang akan menyambung ke Grogot,” imbuhnya.
Ke depannya, sambung dia, PLN juga akan membangun transmisi menuju Ibu Kota Nusantara (IKN yang menghubungkan jaringan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Balikpapan. GITET ini berfungsi menghubungkan dua atau lebih jalur transmisi. Pada GITET Balikpapan, terdapat GI Kariangau yang akan terhubung ke GITET IKN menuju GITET Embalut. Transmisi itu akan terkoneksi juga dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan di Kaltara.
“Rencana suplai listrik untuk IKN adalah pembangunan sutet 500kv. Dan akan ada rencana pembangunan tiga PLTA. Yaitu, PLTA Kelai 55 MW, yang sekarang sedang tahap kajian. Kemudian PLTA Tabang 90 MW, dan PLTA Kaltara 1 (Kayan) 90 MW,” terang Josua. General Manager Unit Induk Wilayah (UIW) Kaltimra Joice Lanny Wantania menambahkan, dari sistem 150 KV, ada Sistem Interkoneksi Mahakam dengan daya mampu/pasokan sebesar 1.181,04 MW. Sementara beban puncak sebesar 557,34 MW. Sehingga masih ada cadangan yang cukup besar, yakni 623,7 MW.
Dia menuturkan, saat ini jumlah pelanggan yang dilayani PLN UIW Kaltimra sebanyak 1.384.904 pelanggan dengan daya tersambung sebesar 2.751,20 MVA. “Konsumen tegangan tinggi (KTT) diharapkan mampu menyerap cadangan daya yang cukup besar ini. Dan tentunya pelanggan-pelanggan lain, juga diharapkan kami akan segera layani. Untuk menyerap cadangan daya ini,” jelasnya. (riz/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria