Penyelesaian banjir masih jadi prioritas antara Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim, sebagaimana tergambar dalam rapat koordinasi yang diadakan di Balai Kota Samarinda, Rabu (19/10).
SAMARINDA-Pada rapat tersebut, tim Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim menyampaikan progres kegiatan yang telah dikerjakan tahun ini, serta sejumlah kendala yang menghambat, hingga rencana kegiatan yang akan dikerjakan pada 2023.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR-Pera Kaltim Runandar menjelaskan, pihaknya menyampaikan sejumlah progres terkait pekerjaan yang sudah dilaksanakan. Antara lain, pengerukan SKM yang telah dianggarkan tahun ini sekitar Rp 14 miliar, sudah mencapai 100 persen. “Dari total panjang SKM sekitar 17 kilometer, kami telah menormalisasi sekitar 12 kilometer, atau sekitar 60 persen secara keseluruhan. Namun, masih belum sesuai dengan desain perencanaan,” ucapnya.
Dia menerangkan, beberapa segmen yang masih belum sesuai desain penanganan seperti di segmen Jembatan Ruhui Rahayu-Jembatan Perniagaan, terutama di sisi kanan Kelurahan Temindung Permai dan bandara masih terdapat bangunan. Begitu juga ke arah hilir seperti di segmen Jembatan Perniagaan hingga Jembatan Kehewanan yang masih dipenuhi permukiman.
“Kami menyadari mengatasi masalah sosial tidak semudah membalikkan tangan, makanya sesuai dengan arahan dan komitmen gubernur Kaltim bahwa penyelesaian banjir di Samarinda masih jadi prioritas, tidak terkecuali kabupaten dan kota lainnya,” terangnya.
Dia pun berharap, dalam mengatasi banjir, peran masyarakat saat ini sangat penting, terutama menjaga kebersihan sungai. Bahwa kenyataan saat ini masyarakat masih menganggap sungai sebagai “tempat sampah”. “Itu yang membuat banjir tidak kunjung tuntas. Saat normalisasi, kami sering mendapati beragam sampah bahkan perabotan rumah tangga, misalnya kasur, sofa, bahkan perangkat elektronik dibuang ke sungai. Makanya mendorong pola kebiasaan masyarakat juga menjadi atensi untuk bisa menjaga kebersihan sungai,” jelasnya.
Terpisah, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan terima kasih atas kepedulian Pemprov Kaltim dalam mendukung penyelesaian banjir, dilihat dari dukungan anggaran untuk pekerjaan fisik kepada Kota Tepian. Bahwa pihaknya mengakui tidak mudah menyelesaikan permasalahan sosial, namun perlahan-lahan segmen-segmen yang menjadi titik penyempitan terutama di SKM akan diselesaikan.
“Dalam waktu dekat kami akan menyampaikan hasil perhitungan atas lahan di permukiman bantaran sungai segmen Jembatan Ruhui Rahayu-Jembatan Perniagaan, dengan target November sudah selesai,” ucapnya.
Begitu juga beberapa segmen lainnya, sebagaimana kolaborasi dengan bidang SDA PUPR-Pera Kaltim yang telah menyampaikan program-program pada 2023 mendatang. Antara lain pembangunan sodetan dalam sistem banjir Semani (Sentosa-Mayjen Sutoyo-Ahmad Yani), tepatnya di Jalan Pemuda 4, penanganan drainase di Jalan DI Panjaitan, normalisasi Sungai Karang Asam Besar dan Sungai Karang Asam Kecil, hingga melanjutkan pengendalian banjir sistem Loa Janan Ilir, serta Rapak Dalam.
“Pada intinya dalam penyelesaian sosial kami mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan. Kami masih memilah dan memastikan mana warga yang dapat ganti rugi dibuktikan dengan kepemilikan hak atas lahan dan dana kerahiman bagi yang tidak punya hak,” tutupnya. (dra/k16)
Editor : izak-Indra Zakaria