Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Oknum Honorer Pemkot Lakukan Penganiayaan, “Cari Saja, Saya Anak Polisi”

izak-Indra Zakaria • Jumat, 17 Maret 2023 - 19:36 WIB
ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA–Tanpa bertanya, Ferry Wardana, tenaga honorer di lingkungan Pemkot Samarinda yang bertugas di DPRD Samarinda menganiaya seorang pemuda, yakni Aldy Sabar (28).

Cekcok di Jalan KS Tubun Dalam, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, sangat disayangkan. Pasalnya, Ferry membawa label institusi orangtuanya, yang seorang polisi. Masalah itu ditangani Polsek Samarinda Ulu.

Diungkapkan Aldy, dia sedang mengantarkan kekasihnya ke tempat kerja. Pemuda asal Kutai Kartanegara itu membawa motornya melewati Jalan KS Tubun. Suara motor yang cukup nyaring membuat Ferry Wardana, pemotor lain yang sama-sama melintas marah. Dia tersinggung, kemudian memutar motornya dan menghampiri Aldy.

Tanpa berucap sepatah kata, Ferry memukul tengkuk leher Aldy. Lantaran terkejut, korban turun dari motornya untuk berbicara. Namun, Ferry masih marah hingga mendorong Aldy hingga terjatuh. Pelaku kembali melayangkan pukulan ke wajah Aldy. Pukulan itu sempat dibalas Aldy, yang juga mengenai wajah Ferry. "Saya membela diri," kata Aldy, Rabu (15/3).

Keributan itu dilerai kekasih Aldy, hingga akhirnya turut terkena imbas hingga lengan tangan kanannya biru. "Saya turun dari motor bermaksud hendak bertanya kenapa saya dipukul. Kalau memang salah ditegur, diselesaikan secara baik-baik," sambung Aldy. Namun, hingga terjadi perkelahian yang turut membuat kekasih Aldy jadi korban, sejumlah warga sekitar yang mengetahui kejadian itu turut melerai. Saat dilerai, lanjut Aldy, Ferry sempat mengeluarkan kalimat terkesan menantang. "Dia bilang cari saja saya, saya anak polisi. Ingatin saja muka saya, silakan lapor," jelas Aldy menirukan perkataan Ferry kala itu.

Setelah selesai, Aldy menuju rumah sakit untuk visum, kemudian melaporkan penganiayaan tersebut ke Polsek Samarinda Ulu. "Saya tidak terima, ini negara hukum, jadi semua bisa diselesaikan secara baik. Kemudian yang jadi masalah juga karena dia menantang dan membawa-bawa orangtuanya yang polisi," beber Aldy.

 Dikonfirmasi, Ferry berharap, kasus penganiayaan yang dilakukannya tidak dibesar-besarkan. Sebab, diakuinya memang semua salahnya lantaran emosi. "Sore ini (kemarin) saya mau ke Tenggarong menemui keluarga Aldy. Memang benar saya memukul, tapi itu hanya spontanitas karena saya emosi sesaat," sesalnya.

Ferry mengaku sudah bertemu dengan orangtua Aldy dan meminta maaf secara langsung dengan mengakui khilaf. "Orangtuanya juga memaklumi, karena sama-sama masih muda jadi emosi tinggi. Tapi memang untuk perdamaian semua diserahkan kepada anaknya," sambung dia.

Ferry membantah pernyataan ketika dirinya marah terucap adalah anak polisi tidak pernah dilontarkan. "Tidak ada sepatah kata pun berteriak saya anak polisi. Dari dulu jika ada masalah tidak pernah melibatkan orangtua saya, karena saya sadar urusan dan masalah pribadi," tegasnya. 

Di sisi lain, Kapolsek Samarinda Ulu Kompol Kustiana membenarkan laporan penganiayaan Aldy. Itu terjadi lantaran kesalahpahaman. "Karena ketersinggungan kemudian memukul. Tetapi sudah kami tangani dan kami minta keterangan," urai perwira berpangkat melati satu tersebut. 

Ditanya apakah Ferry telah ditahan, Kustiana menyebut, pihaknya masih memintai keterangan yang bersangkutan. "Dan mengenai pengakuan pelaku merupakan anak polisi masih kami dalami," tutupnya. (dra/k8)

 

ASEP SAIFI

@asepsaifi

Editor : izak-Indra Zakaria