BALIKPAPAN–Kecamatan Balikpapan Tengah memiliki cara berbeda dalam memeriahkan HUT Ke-78 RI. Yaitu lomba Kreasi Jajanan Nusantara yang diikuti peserta dari seluruh kelurahan di Balikpapan Tengah, Rabu (23/8) di Aula Kantor Kelurahan Karang Rejo.
Sekretaris Kecamatan Balikpapan Tengah Netty Musriani menjabarkan, selain lomba tersebut, banyak rangkaian acara yang digelar melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam meramaikannya. “Banyak kegiatan yang dilaksanakan, mulai lomba Kreasi Jajanan Nusantara, tumpeng antar-PKK kelurahan, lomba karaoke, lomba Halte Sedekah, pentas seni kuda lumping, dan puncaknya jalan sehat,” jelasnya.
Panitia pelaksana tahun ini adalah Kelurahan Karang Rejo, dengan ketuanya Mahfud Budianto yang juga ketua Karang Taruna Kelurahan Karang Rejo. “Dengan lomba Kreasi Jajanan Nusantara, diharapkan dapat kembali mengenalkan kekayaan kuliner Indonesia yang beragam, karena jajanan tradisional Indonesia tidak kalah cita rasanya dibandingkan jajanan luar negeri,” imbuhnya.
Acara itu juga mendapat dukungan penuh Dyah Retnani dari Forum UMKM Kecamatan Balikpapan Tengah, yang juga merupakan koordinator lomba, CV Primatania Catering dan CV Dyansa serta menghadirkan para juri profesional di bidangnya. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia dan para donatur. Lomba itu diharapkan dapat terus terselenggara ke depannya,” jelas Netty.
Pemenang lomba kali ini diraih Kelurahan Gunung Sari Ulu sebagai juara pertama, juara kedua dan ketiga diraih perwakilan Kelurahan Karang Rejo.
Dyah Retnani mengatakan, lomba jajanan tradisional adalah kompetisi dalam menciptakan dan menyajikan jajanan makanan yang memiliki akar budaya dan warisan dari masa lampau.
Lomba itu diikuti 10 kelompok, setiap kelompok terdiri dua orang. Dengan waktu yang diberikan selama satu jam untuk mengolah masakannya sampai finishing, baik dari sisi menghias maupun menyajikannya (plating). Biaya pembuatannya dibatasi maksimal sebesar Rp 25 ribu, tapi akan diganti panitia. “Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar. Lomba juga untuk mempromosikan, melestarikan, dan menghargai kekayaan kuliner tradisional. Serta mengajak generasi muda untuk mengenal lebih dekat warisan budaya melalui makanan tradisional,” ungkap Dyah.
Para peserta saling menunjukkan kreativitas mereka dalam menghidupkan kembali jajanan yang sudah jarang ditemui. Dinilai tiga juri, terdiri dari Sunarto atau Chef Naruto dari Restaurant Pangdim (Pangeran Dimsum), Riswah Yuni Owner Cake SalaKilo, dan Nur Subhiroyani selaku owner Bingka Bintang Oyan. Kriteria penjurian meliputi kesesuaian biaya dan bahan, teknik pengolahan, kerapian dan kebersihan, rasa dan hasil akhir dalam menampilkan penyajiannya. (pms/dra/k16)
SUPRIYONO LUPUS
@queenzalikalila0917
Editor : izak-Indra Zakaria