BALIKPAPAN–Setelah pabrik semen, industri pengolahan sumber daya alam kembali akan dibangun di Kaltim. Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lagi-lagi menjadi lokasi investasi. Menariknya, investornya pun disebut sama dengan pabrik semen. Yakni, Hongshi Holding Group. Perusahaan asal Tiongkok itu disebut akan membangun pabrik polisilikon yang menjadi bahan baku utama untuk pembuatan solar panel.
Hilirisasi itu nantinya memproduksi sumber energi baru terbarukan dari cahaya matahari. “Perusahaan yang sama (PT Kobexindo Cement), akan membangun pabrik polisilikon. Untuk dasar energi baru terbarukan. Saya tantang. Kalau mau besok mulai. Investor China beda dengan investor negara lain. Cepat kerjanya. Enggak banyak tuntutan karyawannya,” kata Gubernur Kaltim Isran Noor. Politikus NasDem itu menuturkan, selaku investor, PT Kobexindo Cement akan memulai pembangunan pabrik polisilikon sembari menyelesaikan pabrik semen dengan kapasitas produksi sebesar 8 juta ton per tahun itu.
Menurut Isran, Tiongkok yang merupakan negara asal Hongshi Holding Group, merupakan salah satu negara yang memiliki peran aktif, dalam menjaga lingkungan. Termasuk memproduksi energi baru terbarukan. “Kalau saya, yang namanya investasi itu dari mana pun dia, sumber uangnya dari apapun, kita terima. Karena itu bermanfaat bagi masyarakat,” terang Isran. Selain rencana investasi perusahaan asal Tiongkok, ada pula perusahaan yang bergerak di bidang energi baru terbarukan asal Oklahoma, Amerika Serikat yang ingin berinvestasi di Kaltim.
Calon investor itu memiliki pengalaman bekerja sama dengan PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) dan PT Medco Energi Internasional. Oklahoma merupakan salah satu negara bagian di Amerika Serikat yang menjadi penghasil gas alam. “Tapi di sana enggak laku, karena banyak orang belum mau investasi. Kalau mau investasi cepat. Jangan banyak omong. China enggak banyak omong. Makanya silakan datang ke sini. Karena saya mau pensiun (akhir) September,” jelas dia.
Untuk diketahui, Hongshi Holding Group yang berkantor pusat di Kota Lanxi, Provinsi Zhejiang, Tiongkok, memiliki aset senilai USD 10,5 miliar. Pada bisnis utama pabrik semen, mereka mengeklaim memproduksi dengan cara rendah karbon dan ramah lingkungan. Hongshi memiliki 60 pabrik semen berskala besar di Tiongkok, Laos, Nepal, dan Indonesia.
Di Desa Selangkau, Kecamatan Kaliorang, Kutim, Kobexindo Cement menanamkan investasi senilai USD 1 miliar. Dengan kapasitas produksi tahunan semen kering baru sebanyak 8 juta ton. Untuk tahap pertama, kapasitas per tahunnya 4 juta ton. Plus pembangunan pelabuhan berkapasitas 60 ribu ton. Pekerjaan konstruksi awal pabrik semen dilakukan pada November 2020. Lalu pembangunan konstruksi proyek utama dimulai setahun kemudian, tepatnya 18 November 2021.
Proyek ini diklaim dirancang dengan peralatan canggih, teknologi terkemuka, dan perlindungan lingkungan kelas utama dengan produksi mengadopsi sistem kontrol terdistribusi DCS otomatis sepenuhnya.
Produk utama PT Kobexindo Cement merupakan semen PCC dan OPC merek "SINGA MERAH", sebagian besar produk semen dijual ke pasar internasional, dan sebagian dijual di dalam Indonesia. Termasuk akan memasok kebutuhan semen proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim. (kip/riz/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria