Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Begini Nasib Fasilitas Olahraga Peninggalan PON 2008; GOR Taman Prestasi

izak-Indra Zakaria • 2023-09-30 11:33:45
TAK TERAWAT: GOR Taman Prestasi jadi salah satu fasilitas yang dibangun untuk menyambut PON XVII/2008 yang kini kondisinya tak terjamah peremajaan.
TAK TERAWAT: GOR Taman Prestasi jadi salah satu fasilitas yang dibangun untuk menyambut PON XVII/2008 yang kini kondisinya tak terjamah peremajaan.

Euforia penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII di Kaltim sudah belasan tahun berlalu. Yang tersisa kini hanya venue yang mulai jarang dijamah perawatan. Salah satunya adalah GOR Taman Prestasi di Bontang.

EMBUSAN angin menggoyang pelan dedaunan yang membelai dinding bercorak karena digerayangi lumut. Pacak kotoran menjadi corak di hampir seluruh sisi lantai lantaran dibuang tanpa permisi oleh pemiliknya—burung dan kelelawar—ketika singgah siang maupun malam hari.

Meski sedang terik, cahaya matahari di dalam gedung terasa temaram. Pendarannya tersaring oleh tebalnya debu yang menyelimuti jendela. Bunyi lantai dari keramik di pelataran terdengar renyah saat dipijak. Retak kemudian patah. Pegangan tangga dari besi pun ringkih dikuliti korosi.

"Keadaannya, ya, begini, seakan terbengkalai," kata Arifin, pria yang telah mengabdikan belasan tahun hidupnya untuk menjaga bangunan yang kini nyaris tak terawat itu.

Atap yang awalnya bening, kini bersalin warna menjadi kekuningan, sebagian sudah robek. Kala hujan angin, lapangan di area utama bangunan tak luput dari genangan air akibat terkena tempias dari langit-langit. "Sudah pernah diganti, tapi berlubang lagi. Bahkan sekarang ada ventilasi kaca yang rusak, terlepas bersama kusennya juga," lanjutnya.

Adapun terpal biru digantung melintang di beberapa pintu masuk dalam gedung. Dulunya terpal itu digunakan saat cabang olahraga pickleball tengah berlangsung, menjadi pencegah pecahnya kaca ketika terkena bola. Namun terpal itu kini bersulih fungsi untuk mengadang burung dan kelelawar yang masuk. Tepat di depan gedung, lahan parkir yang cukup luas tak terlihat lagi lantaran dijajah rerumputan liar yang tumbuh bebas.

Bangunan ini sudah berdiri lama sekali. Kini hanya jadi kenangan dari kejayaan Kaltim pada PON 2008. Ajang olahraga bergengsi yang membuat semua pihak memusatkan atensi pada bidang olahraga, pun dengan fasilitasnya.

Sayangnya, bangunan megah itu tak lagi dimaksimalkan pemanfaatannya. Arifin pikir, persoalan jarak jadi alasannya. Hingga kini, para atlet jarang menggunakannya untuk sekadar latihan rutin. Bahkan sejak pertengahan 2022, sudah tidak ada aktivitas sama sekali. Terakhir kali digunakan sekelompok ibu untuk latihan voli. "Mereka harus kerja bakti dulu bersih-bersih lapangan sebelum dipakai. Hitung-hitung pemanasan," imbuh dia.

Ia pun miris dengan kondisi tersebut. Sebab, terkadang ada yang datang dengan niat tak baik. Bukan mencuri, melainkan bermaksud melakukan hal tidak-tidak. "Waktu itu pakai mobil sedan, posisinya sudah dihadapkan ke jalan keluar. Sempat kami (Arifin bersama temannya) coba adang, tapi enggak dapat," akunya.

Tak ada penerangan sepanjang jalan menuju gedung. Bahkan di gedung itu sekalipun. Bila ingin digunakan, barulah menggunakan genset sebagai sumber listrik. Para penjaga yang bertugas dengan sistem sif hanya berbekal senter untuk menerangi langkah mereka menembus gulita.

"Kalau mau, coba malam-malam ke sini, lihat-lihat," celetuknya sambil tertawa pelan. Oleh karena itu, pria yang juga bertempat tinggal di wilayah Bontang Lestari itu berharap sentuhan perbaikan dapat dilakukan. "Minimal ada lampu," tandasnya. (jel/kpg/ndy)

Editor : izak-Indra Zakaria