Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Lanjut-Tidaknya Revitalisasi Pasar Pagi, Bulan Depan Kepastiannya

izak-Indra Zakaria • 2023-10-11 10:46:40
PENUH PERTIMBANGAN: Kondisi Pasar Pagi yang terlihat semrawut, kini menanti kepastian revitalisasi oleh pemerintah, Selasa (10/10).
PENUH PERTIMBANGAN: Kondisi Pasar Pagi yang terlihat semrawut, kini menanti kepastian revitalisasi oleh pemerintah, Selasa (10/10).

Beragam polemik mendera rencana pemkot merevitalisasi Pasar Pagi di Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota.

 

SAMARINDA–Adanya permintaan penundaan pembongkaran hingga setelah Lebaran 2024, bahkan menyebut bangunan pasar yang berusia lebih 60 tahun masih layak, sehingga tidak perlu dibangun ulang. Membuat pemkot harus benar-benar matang memutuskan rencana besar tersebut.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, sejak awal rencana revitalisasi pasar diusulkan para pedagang. Pihaknya telah melakukan kajian detail terhadap struktur bangunan hingga kelaikan listrik dan lainnya. “Hasilnya memang tidak layak,” ucapnya, Selasa (10/10), di sela kunjungan beberapa proyek pembangunan.

Dia menerangkan, selama ini Pasar Pagi belum pernah mengalami rehab besar. Sehingga tahun ini direncanakan pembangunan pasar baru yang lebih representatif, nyaman dan aman, baik bagi pedagang atau konsumen. Serta konsep modern yang bisa diakses masyarakat semua kalangan. Struktur pemanfaatannya tidak akan berubah. “Mempertahankan predikat sebagai pasar serba ada. Dimulai pedagang konveksi, kerajinan tangan, sayuran hingga ikan serta kebutuhan lain. Karena pedagang di sana akan didata, sehingga diharapkan tidak ada satu pun nanti yang tidak dapat lapak di pasar baru,” ucapnya.

Terkait adanya keluhan penundaan pembangunan, Andi Harun menjelaskan, setiap pembangunan yang menggunakan uang negara dipengaruhi waktu. Sebagaimana perencanaan awal, Pasar Pagi baru akan dibangun satu tahun, sehingga ditargetkan awal tahun harus mulai bekerja. “Ketika diminta membangun setelah Lebaran, sekitar April–Mei, tentu ada potensi pekerjaan tidak selesai di akhir Desember 2024. Karena jika begitu akan memperlambat pembangunan hingga berpotensi hukum mengenai serapan anggaran di kemudian hari,” ucapnya.

Dia berharap, semua pedagang bisa memahami, terutama yang berada di forum pedagang, termasuk anggota DPRD Samarinda agar memberikan pemahaman kepada warga. Dia tengah menunggu hasil akhir detail engineering design (DED) pembangunan pasar yang dikerjakan tim Dinas Perdagangan (Disdag). “Keputusan dilanjutkan atau tidak revitalisasi pasar pagi akan diputuskan melalui rapat tim. Targetnya November sudah ada keputusan,” singkatnya.

Hal itu akan berhubungan dengan rencana relokasi pedagang selama pembangunan pasar nanti. Kami harap juga pedagang yang mengusulkan pemindahan ke Pelabuhan Samarinda untuk tidak mendesak. Karena kewenangan tersebut ada di ranah Pelindo sebagai pengelola pelabuhan, itu pun harus diputuskan di pusat. “Kami tentu akan memohon lokasi itu, termasuk lokasi-lokasi lain. Masalah disetujui atau tidak, kami juga menunggu laporan tim,” ucapnya.

Dia menambahkan, pemkot siap jika diundang atau diminta presentasi mengenai rencana pembangunan pasar tersebut termasuk menyampaikan hasil kajian soal kelaikan bangunan pasar pagi.

Sebelumnya, Kepala Disdag Samarinda Marnabas Patiroy menyebut, saat ini pihaknya tengah mengerjakan tiga kegiatan, seperti validasi data 2.800 pedagang yang berjualan di Pasar Pagi. Serta menyelesaikan DED dan mematangkan lokasi relokasi pedagang. “Wali kota sudah mendukung dan akan mengalokasikan anggaran pembangunan yang dimulai tahun depan. Semoga didukung,” kuncinya. (dra/k8)


DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46a

Editor : izak-Indra Zakaria