Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kerap Mengkonsumsi Jengkol? Ternyata Ini 5 Bahaya yang Akan Ditimbulkan

izak-Indra Zakaria • 2023-10-20 15:01:40
Penjual jengkol di Pasar Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat.
Penjual jengkol di Pasar Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat.

Jengkol adalah buah yang berasal dari pohon jengkol (Archidendron jiringa) dan biasanya ditemukan di daerah-daerah tropis seperti Indonesia, Malaysia, dan beberapa bagian Asia Tenggara.

Buah jengkol ini dikenal karena memiliki rasa yang khas dan tekstur yang unik, serta sering digunakan dalam masakan tradisional di beberapa negara.

Jengkol memiliki rasa yang kuat dan unik. Rasanya sering dijelaskan sebagai campuran antara bawang putih, bawang merah, dan bawang bombay. Bau dan rasa jengkol sangat mencolok.

Daging jengkol cukup padat dan sering dimasak menjadi berbagai makanan seperti rendang jengkol atau jengkol rebus. 

Meski jengkol mempunyai khasiat yang menarik, namun perlu diingat bahwa mengkonsumsinya secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, seperti yang saya sebutkan sebelumnya.

Oleh karena itu, penting untuk mengkonsumsi jengkol secara hati-hati, sesuai anjuran, dan dalam porsi yang sehat.

Mengkonsumsi jengkol terlalu banyak juga bisa berbahaya bagi kesehatan dan sebaiknya berhati-hati.

Jengkol mengandung senyawa kimia seperti asam oksalat dan gas beracun yang dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Beberapa bahaya mengkonsumsi jengkol antara lain:

1. Gangguan pencernaan:

Jengkol mengandung senyawa asam oksalat yang dapat mengendap di ginjal dan saluran kemih sehingga menyebabkan terbentuknya batu ginjal atau gangguan kesehatan lainnya.

2. Produksi gas beracun :

Jengkol mengandung senyawa beracun seperti gas hidrogen sulfida. Mengkonsumsi jengkol terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh memproduksi gas beracun tersebut, yang berbahaya jika terakumulasi dalam jumlah terlalu banyak.

3. Gangguan pernafasan :

Gas hidrogen sulfida yang dihasilkan jengkol dapat mengganggu sistem pernafasan dan menimbulkan gejala seperti kesulitan bernafas dan iritasi pernafasan.

4. Gangguan penciuman : 

Mengkonsumsi jengkol dalam jumlah banyak dapat menimbulkan bau mulut dan bau badan yang tidak sedap. Selain itu, bau jengkol dapat sulit dihilangkan dari pernapasan dan pakaian.

Mengkonsumsi jengkol dalam jumlah besar dapat mengganggu indera penciuman seseorang. Bau jengkol yang kuat dan tahan lama dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman.

5. Risiko alergi:

Beberapa orang mungkin alergi terhadap jengkol dan dapat mengalami gejala alergi seperti ruam kulit, gatal-gatal, atau bahkan sesak napas setelah mengkonsumsi jengkol.

Penting untuk diingat bahwa jengkol, jika dikonsumsi dengan bijak dalam jumlah yang wajar, tidak selalu berbahaya bagi kesehatan.

Namun, jika Anda memiliki riwayat masalah pencernaan atau alergi terhadap jengkol, sebaiknya hindari mengkonsumsinya.

Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika mempunyai masalah kesehatan terkait konsumsi jengkol atau makanan tertentu.(*)

Editor : izak-Indra Zakaria