Pemkot Balikpapan kembali menagih janji penyelesaian belasan rumah yang tergenang air di Perumahan Griya Permata Asri (GPA). Itu dilakukan setelah sejumlah massa berdemo di depan Balai Kota Balikpapan, Kamis (2/11).
SEBAGAI tindak lanjut dari tindakan aksi damai oleh warga yang rumahnya telah terendam berbulan-bulan di Kompleks GPA, Asisten I Setdakot Balikpapan Zulkifli melakukan pertemuan dengan OPD terkait. Mereka membahas konsolidasi pergantian lahan fasum dan rumah di GPA. Pertemuan berlangsung di ruang rapat Balai Kota Balikpapan, Jumat (3/11). Kegiatan ini juga diikuti warga yang didampingi mahasiswa.
Zulkifli mengatakan, lokasi rumah warga yang tergenang saat ini ternyata dalam set plan memang peruntukan perumahan. “Lahan ini memang bukan fasum, bozem, atau lainnya. Ini hasil kajian teknis Disperkim,” katanya. Sehingga perlu konsolidasi lahan fasum internal di dalam GPA.
Artinya menukar atau mengganti posisi antara fasum dan perumahan. Nanti dalam set plan terbaru, lahan rumah yang kini tergenang air akan berubah menjadi fasum. Itu yang menjadi lokasi pembangunan bozem. Sedangkan fasum yang tersedia dalam set plan sebelumnya, berada di dataran lebih tinggi, dan akan menjadi kawasan rumah.
“Tidak ada jalan lain, agar masyarakat tidak kehilangan hak karena sudah membeli. Jadi sama saja hanya ganti posisi lahan fasum yang sebelumnya lebih di atas menjadi ke bawah,” bebernya. Dia menegaskan, bozem tetap dibangun oleh pengembang. Namun teknis untuk merencanakan alurnya diatur melalui Disperkim.
Hingga kini lokasi bozem tidak mengalami perubahan. “Sesuai rekomendasi, bozem akan dibangun pada area tower dan rumah-rumah di sebelahnya. Karena itu yang paling cepat untuk konsolidasi fasum dan rumah warga,” bebernya.
Sedangkan terkait Daun Village, mereka menunggu aksi GPA membangun bozem. Selanjutnya Daun Village tinggal mengikuti. Sebab, kewajiban utama GPA membangun bozem dulu untuk mengatasi banjir tersebut. Terlebih posisi GPA tepat di atas Daun Village. Setelah bozem rampung, kedua pihak membuat drainase bersama yang akan melewati wilayah Daun Village.
Plt Kepala Disperkim Rafiuddin mengatakan, pihaknya sudah melakukan kajian teknis. Langkah pertama dengan cek lokasi untuk memastikan bahwa lokasi lebih cocok menjadi bendali. “Setelah itu klir, kami minta mereka cepat penggantian status. Nanti kami sampaikan lewat surat wali kota,” sebutnya.
Pihaknya menargetkan masalah berakhir secepat mungkin demi kebaikan warga GPA. Dia mengaku, Disperkim telah berupaya menjalankan tugas sesuai tupoksi yakni pengawasan dan fasilitator. “Kami memfasilitasi untuk memastikan tidak ada warga dirugikan dan fasum bozem tetap terbangun,” pungkasnya. (ms/k8)
DINA ANGELINA
dinaangelina6@gmail.com
Editor : izak-Indra Zakaria