Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Wilayah Utara

izak-Indra Zakaria • 2023-11-08 22:21:25
Warga Palestina membawa barang-barang mereka saat tinggalkan rumahnya di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militam Palestina, Hamas, di Kota Gaza. (Mohammed Al-Masri/REUTERS)
Warga Palestina membawa barang-barang mereka saat tinggalkan rumahnya di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok militam Palestina, Hamas, di Kota Gaza. (Mohammed Al-Masri/REUTERS)

 Israel terus merangsek masuk ke jantung kota di wilayah kantong padat penduduk, Kota Gaza. Serangan udara pada hari Rabu (8/11), menewaskan seorang pakar senjata dari kelompok militan Palestina, Hamas, menurut keterangan militer Israel, yang dilansir dari Reuters. Kota Gaza sudah terkepung oleh pasukan Israel yang terus bergerak maju. Mereka akan menargetkan terowongan Hamas, yang diyakini sebagai jaringan utama dan markas dari kelompok militan tesebut. Sedangkan, warga sipil diminta untuk meninggalkan wilayah Utara Gaza, agar menuju ke Selatan. 

Menurut laporan Aljazeera yang dilansir oleh JawaPos.com pada Rabu (8/11), ribuan warga Palestina telah diizinkan oleh Otoritas Israel untuk tinggalkan wilayah utara dan melakukan perjalanan menuju wilayah selatan. Perjalanan tersebut ditempuh melewati jalan Salah Al-Din, yang diduduki oleh militer Israel. Jalan tersebut akan dibuka selama empat jam setiap harinya pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat, dan dikendalikan oleh pasukan mereka, menurut informasi yang dimuat di laman Reuters.

Memasuki fase baru, setelah lewat satu bulan sejak meletusnya serangan Israel sebagai tanggapan atas serangan mendadak Hamas 7 Oktober, PBB semakin tegas gencarkan seruan untuk gencatan senjata. 

"Tingkat kematian dan penderitaan yang tidak bisa diungkapkan," kata juru bicara Badan Kesehatan PBB, Christian Lindmeier, kepada wartawan di Jenewa, dikutip dari laman Reuters. "Setiap hari, Anda mengira itu adalah hari terburuk, dan kemudian hari berikutnya menjadi lebih buruh," imbuhnya, mengutip seorang rekannya di Gaza. Israel menyatakan bahwa niatnya adalah untuk memusnahkan Hamas, menyerangnya dari udara, darat, dan laut, kemudian mengambil alih seluruh tanggung jawab keamanan di wilayah kantong tersebut. 

Kini, menurut pernyataan militer Israel yang dilansir dari Reuters, pasukan mereka telah membunuh pemimpin pasukan lapis baja kelompok Hamas, Mahsein Abu Sina, dan beberapa pejuang yang terlibat dalam serangan rudal anti-tank dalam dua serangan terpisah pada Rabu (8/11). Kepala juru bicara militer Israel, Laksamana Muda Daniel Hagari, mengatakan bahwa pakar tempur mereka berencana memakai alat peledak untuk melenyapkan jaringan terowongan milik Hamas, yang membentang ratusan kilometer di bawah kota Gaza. 

Memasuki fase baru perang Gaza, PBB dan negara-negara G7 meningkatkan seruan mereka untuk menghentikan pertempuran yang kini telah menewaskan lebih dari 10.528 jiwa, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza. Diketahui, para menteri luar negeri dari negara-negara G7 mengadakan pertemuan di Tokyo, Jepang, untuk berdiskusi terkait seruan untuk menghentikan perang, serta membahas 'proses perdamaian'. (*)

Editor : izak-Indra Zakaria