Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Dukung Program Kampung Iklim, Siapkan Sarana Pendukung di Sungai Nangka

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 25 November 2023 - 05:15 WIB
PEDULI LINGKUNGAN : Peserta praktik lapangan kegiatan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) dalam mendukung program Kampung Iklim tahun 2023 yang dilaksanakan di Kelurahan Sungainangka, 22 dan 23 November 2023.
PEDULI LINGKUNGAN : Peserta praktik lapangan kegiatan Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) dalam mendukung program Kampung Iklim tahun 2023 yang dilaksanakan di Kelurahan Sungainangka, 22 dan 23 November 2023.

Forest Carbon Partnership Facility (PCPF)-Carbon Fund dalam mendukung Program Kampung Iklim tahun 2023 di Kota Balikpapan menyasar dua kelurahan, yakni Batu Ampar dan Sungai Nangka.

 

BALIKPAPAN–Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan melaksanakan pembinaan dengan praktik lapangan dalam mendukung kegiatan tersebut di Kelurahan Sungai Nangka, Rabu (22/11) hingga Kamis (23/11).

Berupa edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang masih jadi ancaman kerusakan lingkungan. Dengan menggerakkan masyarakat melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.

Kasi Trantib dan Lingkungan Hidup Kelurahan Sungainangka M Yogi Nur Chandra mengatakan, program FCPF merupakan apresiasi yang diterima pihaknya atas dukungan Proklim Kelurahan Sungai Nangka yang telah masuk kategori Proklim Utama dari 15 kelurahan di Balikpapan.

Yogi menerangkan, kegiatan fisik meliputi pembuatan kolam ikan dan jembatan di Toga Warna Warni, peningkatan gudang Bank Sampah Sekar RT 18 serta pembuatan parit dan tandon.

Kegiatan lainnya yaitu sumur resapan yang akan dibuat di RT 14 dan RT 15, pelindung mata air di RT 37 dan Halte Sampah di 8 RT yang berada di Perumahan Poka. “Semua DLH yang mengerjakan,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi selama dua hari yang digelar itu lanjutnya dalam rangka untuk menginformasikan kepada para ketua RT serta perwakilan warga tentang fasilitas Halte Sampah yang akan dibuat sebanyak 15 unit di Perumahan Poka itu.

“Jadi setiap RT nantinya ada dua halte sampah dengan daya tampung 10 sampah rumah tangga per halte. Halte sampah menjadi pilot project di Kelurahan Sungai Nangka sehingga nanti di RT lainnya bisa menerapkannya baik itu dibuat berdasarkan swadaya maupun bantuan dari berbagai pihak,” ungkap Yogi.

Halte sampah yang dibangun itu berfokus pada sampah anorganik atau non-organik, dengan pengumpulan sampahnya dijadwalkan dua kali dalam seminggu dan bekerja sama dengan dua bank sampah di Perumahan Poka yaitu Bank Sampah Sepoka RT 13 dan Bank Sampah Sekar RT 18.

Sedangkan sampah organiknya diharapkan dapat diolah atau dipilah dari masing-masing rumah tangga yang juga dapat dimanfaatkan kembali baik secara biopori atau tas komposter. (pms/ind/k8)

 

 

SUPRIYONO LUPUS

@queenzalikalila0917

 

Editor : izak-Indra Zakaria