BALIKPAPAN- DPRD Balikpapan melalui Rapat Paripurna ke 27 Masa Sidang III Tahun 2023, Jumat (24/11) menerima dan menyetujui Anggaran Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan tahun 2024 sebesar Rp 3,7 triliun.
Kesepakatan tersebut disampaikan fraksi-fraksi DPRD Balikpapan yang penyampaiannya dibacakan Nelly Turuallo melalui Fraksi Golkar include Hanura, Wiranata Oey Fraksi PDIP, Danang Eko Susanto Fraksi Gerindra, Asep Ahmad Sapturi Fraksi PKS, Mieke Henny Fraksi Demokrat, Nurhadi Saputra Fraksi Gabungan PPP dan Perindo dan Parlindungan Fraksi Gabungan Nasdem dan PKB.
Kesemua fraksi menyepakati. Dengan kata menerima dan menyetujui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) menjadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Keputusan ini didasarkan pada sumber pendapatan yang berasal dari berbagai sektor dalam rangka memperkuat kestabilan keuangan daerah Balikpapan.
Namun dari kesepakatan itu, fraksi-fraksi mengiatkan dan berpesan kepada pemkot melalui semua OPD agar benar-benar menggunakan anggaran yang sudah tepat sasaran itu, juga harus tepat waktu. Jangan sampai terjadi adanya kegiatan tertunda dan pada akhirnya menjadi silpa anggaran serta pembanguan yang mungkin terbengkalai.
Apabila ini terjadi maka pelaksanana kinerja dalam perencanaan yang telah masuk dalam penganggaran bisa dikatakan buruk dan berpotensi terjadi temuan dan pelanggaran-pelanggaran hukum.
Ketua DPRD Kota Balikpapan Abdulloh menyampaikan bahwa melalui rapat paripurna ini, tahapan kesepakatan RAPBD menjadi APBD sudah disepakati antara Wali Kota dengan DPRD Balikpapan. "Setelah ini, persetujuan yang telah ditandatangani akan segera ditindak lanjuti, dikirim ke Pj Gubernur untuk dilakukan evaluasi. Setelah dilakukan evaluasi, kami akan menggelar rapat banggar dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD)," ujarnya.
Lalu, kata Ketua DPRD Abdulloh, jika tidak ada yang di evaluasi oleh Pj Gubernur, maka akan langsung dilakukan penetapan.
Adapun total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 ditetapkan senilai Rp 3,7 triliun dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilah Rp 1,2 Triliun. "Mudah-Mudahan dengan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini, PAD dapat tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah," ujar Abdulloh.
Sementara Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud kepada media menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada anggota DPRD Balikpapan melalui pandangan fraksi-fraksi yang menyetujui RAPBD menjadi APBD tahun 2024. “Saya ucapkan terimakasih kepada seluruh anggota DPRD atas dukungan dan support kepada pemerintah, terlepas dari banyaknya masukan dan saran serta kritik. Itulah perlunya itu semua, sehingga kami di jajaran pemkot akan menjadi motifasi dan catatan yang lambat kita percepat, yang cepat kita perbaiki lebih baik lagi, semua itu tujuannya untuk melayani masyarakat,” ungkapnya. (dwn)
Editor : izak-Indra Zakaria