Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Proyek PLTS di IKN Dituntaskan Bertahap

izak-Indra Zakaria • 2023-12-05 11:23:41
ilustrasi
ilustrasi

BALIKPAPAN–Kebutuhan energi terbarukan di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2024 diproyeksikan mencapai 37 megawatt (MW). Sebanyak 50 persen dari kebutuhan itu, berasal dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sudah ada dan terbangun. Kemudian dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebesar 30 persen. Adapun sisanya dari pembangkit listrik tenaga gas (PLTG), pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG), serta gardu induk (GI) eksisting sebesar 20 persen.

Mengenai PLTS yang akan digunakan pada tahun depan, Direktur Transformasi Hijau Otorita IKN Agus Gunawan mengatakan, pembangkit yang dibangun PT PLN (Persero) akan dituntaskan secara bertahap pada semester pertama 2024. “Sebesar 10 MW, akan diselesaikan pada Februari 2024. Dan sebanyak 40 MW akan diselesaikan pada Juni 2024,” katanya dalam Eksplorasi Transisi Energi dalam Menuju Pembangunan Berkelanjutan di IKN pekan lalu.  Selanjutnya kebutuhan energi terbarukan di IKN pada tahun 2030 sebesar 170 MW.

Pada tahun ini, nantinya diperkenalkan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang akan memberikan kontribusi energi sebesar 25 persen. Kemudian PLTA yang baru tahap rencana akan dibangun di Kalimantan Utara sebesar 40 persen. Selebihnya PLTS sebesar 31 persen, dan PLTA eksisting sebesar 4 persen. “Dengan adanya (PLTB) ini maka support dari cadangan energi di IKN akan bertambah. Juga dari PLTA yang baru,” ungkap Agus.

Pria kelahiran Surakarta, 12 Agustus 1969 ini melanjutkan, progres pembangunan PLTS 50 MW yang telah di-groundbreaking atau dilakukan peletakan batu pertama Presiden Joko Widodo pada 2 November 2023 lalu, saat ini realisasi pembangunannya mencapai 25 persen. Lalu ada landing point Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Kariangau menuju Gas Insulated Switchgear (GIS) 4 dengan realisasi 2,79 persen, dan GIS 4 dengan realisasi 7,07 persen. GIS adalah perangkat yang berfungsi memutus aliran daya listrik ketika dibutuhkan. Terakhir adalah multi utility tunnel (MUT) dengan realisasi 22,8 persen.

“Pembangunan PLTS 50 MW ini, untuk tahap pertama adalah 10 MW. Kemudian tahap kedua 40 MW. Sehingga totalnya 50 MW. Saat ini realisasinya mencapai 25 persen. Jadi sudah terlihat beberapa voltex sudah dipasang di wilayah tersebut, di wilayah solar farm. Kemudian landing point untuk saluran, dan GIS 4 ini juga sudah hampir selesai,” jelas dia. Lanjut dia, pada 2045, kebutuhan energi terbarukan di IKN meningkat sangat signifikan. Menjadi 874 MW. Hal ini karena adanya asumsi peningkatan jumlah penduduk di IKN. Maka kebutuhan energi juga mengalami peningkatan.

Dengan kondisi di tahun 2045, maka mayoritas energi terbarukan tetap diharapkan dari PLTA yang terbangun. Selain itu dari PLTS yang telah dibangun sampai tahun 2030. “Akan menjadi puncaknya berfungsi di 2045. Dan juga harapannya pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) yang akan dibangun di Kalimantan Selatan akan berfungsi dengan baik,” terang mantan Kepala Bidang (Kabid) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Koordinator (Kemenko) Kemaritiman dan Investasi (Marves) ini.

Agus menerangkan ada beberapa jaringan listrik utama PLN untuk mendukung energi terbarukan di IKN. Yakni PLTA Riam Kanan (Riam Kanan Hydro Power Plant) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dengan kapasitas 29 MW. Lalu PLTG Sambera (Sambera Open Cycle Gas Turbine) di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) sebesar 40 MW, dan PLTGU Senipah (Senipah Combined Cycle Gas Turbine) di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kukar sebesar 120 MW.

Kemudian ada PLTMG Bangkanai (Bangkanai Gas Engine Power Plant) sebesar 155 MW di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dan PLTB Tanah Laut di Kalimantan Selatan, yang akan dibangun pada tahun 2025 (Tanah Laut Wind Power Plant) dengan kapasitas produksi 70 MW. Ada pula pembangunan 50 MW, PLTS di Wilayah Perencanaan (WP) 3 IKN Selatan, yang merupakan sebagian wilayah Kelurahan Pemaluan dan sebagian wilayah Desa Bumi Harapan di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU).

Lalu PLTA di Kalimantan Utara dengan kapasitas sekitar 7 GW dan PLTB di Kalimantan Selatan dengan kapasitas 1,2 GW setelah tahun 2030. “Beberapa PLTA, PLTG, kemudian juga PLTB ini direncanakan dibangun, dan nanti akan menjadi cadangan energi di IKN,” tandasnya. (kip/riz/k8)

 

Editor : izak-Indra Zakaria