Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Kasus Investasi Bodong Oknum Pegawai Honorer Pemkot Samarinda, Sudah 6 Korban Melapor

izak-Indra Zakaria • Jumat, 22 Desember 2023 - 16:27 WIB
Photo
Photo

SAMARINDA–Perkara dugaan investasi bodong yang menjerat RF (29), seorang oknum pegawai honorer di lingkungan Pemkot Samarinda terus bergulir. Sejauh ini, enam korban yang sudah melapor dengan kerugian mencapai Rp 6 miliar.

Hal itu disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli beberapa hari lalu. Dia menjelaskan, kasus tersebut sebelumnya ditangani Polsek Sungai Pinang dengan tuduhan penipuan dan penggelapan. Pada proses penyelidikan, ada beberapa korban lain yang membuat laporan.

"Kami terima beberapa laporan, ada enam korbannya, dengan kerugian mencapai Rp 6 miliar," katanya. Menurut Kapolresta Ary Fadli, kendala penyelidikan saat ini karena tersangka sedang hamil tua. "Mudah-mudahan saja sehat-sehat, sampai proses selesai. Terkait adanya dugaan tersangka lain, proses penyelidikan sedang berjalan. Namun sampai saat ini belum ada," sambung Ary.

Untuk diketahui, perempuan berinisial RF dilaporkan ke polisi karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan. Kronologi bermula saat RF meminjam uang korban berinisial NA sebesar Rp 1,2 miliar. Alasannya untuk kegiatan pengadaan barang bekerja sama dengan Sekretariat Kota Samarinda.

"Maka dibuatlah surat pembayaran pekerjaan pengadaan barang, yang ditandatangani RF dan dibuat bukti kwitansi. Nah, dari pinjaman itu korban dijanjikan keuntungan Rp 572 juta. Pelaku pun menjanjikan pelunasan dalam kurun waktu tiga pekan. Hingga kemudian RF memberikan satu lembar cek dengan nilai Rp 1,8 miliar," bebernya.

Namun saat korban mengecek dan hendak melakukan pemindah bukuan atas cek yang diberikan RF, saldonya tidak cukup. Merasa ditipu NA pun langsung melapor ke Polsek Sungai Pinang beberapa waktu lalu guna diproses lebih lanjut.

"Pelaku mengaku telah berbohong, terkait dana pinjaman dan menjanjikan keuntungan kepada korban," tutupnya. (/k8kri)

 

ASEP SAIFI

@asepsaifi

Editor : izak-Indra Zakaria