Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Perumda di Paser Ini Belum Pernah Untung, Kini Lirik Bisnis Pangan

izak-Indra Zakaria • 2024-01-08 14:21:27
BISNIS PANGAN: Perumda Prima Jaya Taka Paser menjadi distributor produk pangan dan berencana membuat brand pangan sendiri.
BISNIS PANGAN: Perumda Prima Jaya Taka Paser menjadi distributor produk pangan dan berencana membuat brand pangan sendiri.

TANA PASER - Tidak pernah untung selama berdiri dan terus diberikan suntikan dana dari Pemerintah Kabupaten Paser, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Prima Jaya Taka Paser memperluas usaha bisnisnya ke bidang pangan agar bisa hidup. Yaitu menjadi distributor atau kemitraan produk pangan berupa beras dan minyak goreng murah.

Saat berjualan di car free day pada Minggu pagi, Direktur Perumda Prima Jaya Taka Fitriansyah Mubarak menyampaikan, ini adalah salah satu usaha Perumda di bidang pangan. Produk yang dijual masih milik Perumda DKI Jakarta dan bersifat kemitraan dengan Perumda Prima Jaya Taka. Tahun ini Perumda Prima Jaya Taka tengah mengurus perizinan untuk brand pangan sendiri.

"Jika sudah keluar izinnya, baru kita launching produk pangan kami sendiri," kata Fitriansyah, Minggu (7/1).

Meski belum memiliki produk sendiri, keberadaan Perumda Prima Jaya, kata Fitriansyah, tetap membantu menyerap hasil beras petani di Paser. Beras Paser tersebut didistribusikan ke Perumda DKI Jakarta yang memiliki pabrik di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Jadi, kita tetap membantu menyalurkan produk beras lokal agar terserap dibeli," katanya. Ke depan jika sudah memiliki brand sendiri, Perumda Prima Jaya Taka bisa memproduksi berbagai hasil pangan lokal. Tidak hanya beras, bisa juga tepung dan lainnya.

Selain bisnis pangan, Perumda Prima juga masih eksis di bidang konstruksi. Di antaranya, memproduksi aspal, batu pecah, dan semen. Namun, semuanya belum milik sendiri, masih bersifat kemitraan. Fitriansyah mengaku masih menata Perumda Prima agar memiliki keuangan yang sehat. Warisan utang miliaran rupiah memberikan banyak pekerjaan rumah buat kepemimpinan di periodenya.

"Pelan-pelan kita bertahap membangun unit usaha, yang terpenting para karyawan bisa digaji dulu per bulan," katanya. (jib/far/k16)

Editor : izak-Indra Zakaria