TENGGARONG. Berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), kemudian memasuki usia senja 57 tahun, tidak membuat BS hidup di jalan lurus. Alih-alih menjadi teladan sebagaimana layaknya seorang guru, BS malah bertindak bejad. Kamis (21/2) malam, BS diciduk petugas Polsek Kota Bangun lantaran diduga mencabuli sebanyak 12 murid perempuan di SD tempatnya mengajar.
“Sejauh ini sudah sebanyak 9 murid diambil keterangan selaku saksi maupun korban oleh penyidik,” ujar Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Anwar Haidar didampingi Kasat Reskrim AKP Damus Asa kepada wartawan, Senin (25/2).
Ulah BS memang bikin geregetan. Bayangkan saja, oknum guru paruh baya itu nekat melakukan aksinya ketika jam pelajaran berlangsung. Sasarannya adalah murid perempuan di kelas 2 SD. Saat menjalankan aksinya, BS memperlihatkan video bugil alias video porno dari HP miliknya kepada si korban. Sementara menyimak tayangan mesum itulah sang murid dicabuli. Padahal BS mengajar bidang studi pendidikan agama. Ironis memang.
“Pelaku (BS, Red) maupun korban menyebut, kejadiannya sejak akhir 2018 lalu sampai Februari 2019 ini,” tegas Damus. Karuan saja aksi oknum guru ini sangat mencoreng dunia pendidikan di Kukar. Sebanyak 12 korban itu berada dalam 1 kelas. Meskipun tengah mengajar, saat beraksi BS langsung mendekati murid perempuan disasarnya.
Entah bagaimana pula perasaan oknum guru tua ini, meskipun tahu aksinya dilihat para murid di kelas itu, tetap saja gelap mata.
Sebanyak 3 korban mengaku jari tangan BS sampai masuk ke alat kelaminnya. Sementara sebanyak 6 korban lainnya menyebut hanya digerayangi sang guru, dengan posisi tangan pelaku tak sampai masuk celana dalam atau hanya di bagian luar rok. Karuan saja ulah pelaku harus ditebus mahal, karena terancam dihukum sampai 15 tahun penjara.
“Saya sangat menyesal. Kini setiap hari saya baca istigfar sampai seribu kali. Tapi tidak sampai sebanyak 12 murid saya ‘gitukan’, hanya 2 orang kok,” kata BS yang sudah mendekam di tahanan Polres Kukar sebagai tersangka, diduga melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak.
Terungkapnya aksi bejad BS bermula ketika seorang korban mengadu kepada orangtuanya pada Senin (18/2) malam. Orangtua itu gusar begitu mengetahui alat kelamin anak perempuannya “dikerjai” seorang guru. Maka secepatnya orangtua murid itu melapor ke kepala SD tempat anaknya bersekolah pada Selasa (19/2).
Tapi harapan para orangtua murid kelas 2 SD itu seketika pupus. Karena dalam pertemuan kembali dengan kepala SD terletak di Desa Kota Bangun I tersebut, kepala sekolah menyebut sudah memanggil BS. Namun guru agama itu membantah keras dituding mencabuli sejumlah murid perempuannya. Maka terpaksa Kamis (21/2) pagi para orangtua korban mengadu ke Polsek Kota Bangun.
“Hanya sedikit kok jari saya masuk di ‘itunya’. Saya juga tidak tahu, kenapa tiba-tiba melakukan tindakan itu. Seperti ada keinginan tak bisa saya tolak untuk begitu,” kata BS, lagi. (idn/beb)