GUNA mencetak lulusan yang sejalan kebutuhan dunia kerja, di SMKN 20 Samarinda dilaksanakan Workshop Penyelarasan Kurikulum untuk wujudkan kurikulum selaras dengan industri. Kegiatan dua hari, Rabu-Kamis (28-29/8) itu berlangsung di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Kepala SMKN 20 Samarinda, Anda Supanda SPd, MPd mengatakan, program kelas industri sangat penting. "Tujuannya meningkatkan kualitas lulusan yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan industri," ujarnya.
Apalagi persaingan di era globalisasi, khususnya tingkat menengah makin kompetitif dan sulit diprediksi. Persaingan Tenaga Kerja pada Era Global khususnya untuk tingkat menengah akan semakin Kompetetif dan sulit untuk diprediksi. Karena tuntutan kualitas yang diminta industri kian tinggi, di samping jumlah pencari kerja makin banyak. "Sehingga guna memenangkan persaingan global ini, diperlukan lulusan unggul, berkarakter, dan inovatif," tambahnya.
Untuk diketahui SMKN 20 Samarinda merupakan salah satu sekolah penerima bantuan pengembangan pelaksanaan kelas Industri dari Direktorat Pembinaan SMK hingga Oktober 2019. Program Pengembangan Kelas Industri dilaksanakan pada Kompetensi Keahlian Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Kompetensi ini menyaring sebanyak 32 peserta didik yang mengikuti kelas Industri TBSM Honda.
Bantuan peningkatan mutu Pendidikan dalam pengembangan Kelas Industri SMKN 20 Samarinda didanai APBN 2019 ini membantu dalam meningkatkan Mutu Pelayanan Pendidikan bagi SMKN 20 Samarinda, khususnya dalam pemenuhan standar proses kompetensi lulusan sarana pendidikan.
Dijelaskan, tujuan Workshop Kelas Industri adalah menggali informasi dari narasumber, terkait pelaksanaan pengembangan kelas industri, mulai penyelerasan kurikulum, strategi pembelajaran, kompetensi guru dan sarana prasarana sekolah.
"Harapan kedepannya jurusan teknik dan bisnis sepeda motor berkualitas dan kompeten di bidang mekanik dan bisnis sepeda motor," tutupnya. (pms-1/ama/beb)