TANAH MERAH. Dana kelurahan yang dikucurkan pemerintah pusat sebenarnya menjadi berkah. Namun tak sedikit yang mengeluhkan. Karena menganggap petunjuk teknis (juknis) penggunaan dana yang kurang dipahami sebagian kelurahan. Akibatnya, daya serap dana kelurahan tidak sesuai harapan.
Namun hal itu tampaknya tak terjadi di Kelurahan Tanah Merah, Samarinda Utara. Ya, Kelurahan Tanah Merah tak kesulitan mengelola dana tersebut. Lurah Tanah Merah, Joko mengatakan, pihaknya sudah merealisasikan dana sebanyak 84 persen dari Rp 350 juta yang diterima sampai saat ini.
"Alhamdulillah dana yang terserap dan terealisasi untuk dua kegiatan sudah 84 persen. Semuanya berjalan terus. Insya Allah akan kami selesaikan pada akhir tahun ini," ujarnya kepada Sapos, Selasa (24/9) kemarin. Saat disinggung terkait kendala, dirinya mengaku bisa menjalankannya dengan petunjuk yang sudah diberikan. Bahkan untuk kegiatan fisik nyaris terealisasi 100 persen. Tidak seperti kelurahan lain yang sampai saat ini masih bingung untuk merealisasikan dana ini.
"Semua sudah kami kerjakan. Kalau untuk pengerjaan fisik kami tidak memakai CV atau PT. Semuanya menggunakan swadaya masyarakat melalu LPM di kelurahan kami," ungkapnya. Dirinya juga menegaskan bahwa tidak ada penggunaan ready mix untuk pengerjaan semenisasi jalan di kawasannya. Semua dilakukan dengan sistem manual. Menggunakan mesin molen pengaduk semen yang biasa digunakan untuk membangung rumah. "Pakai alat biasa. Kami tidak pakai ready mix. Kan, diaturannya jelas semuanya. Harus pakai swadaya masyarakat melalui pihak ketiga," jelasnya. (rm-1/nha)