SANGATTA – Lonjakan tagihan pemakaian air pelanggan Perumdam Tirta Tuah Benua Kutai Timur telah terjadi Juni ini. Hal itu pun sempat dikeluhkan masyarakat. Lantaran tagihan yang diterimanya lebih mahal dari bulan-bulan sebelumnya.
Menanggapi ini, perusahaan pelat merah tersebut tak menampiknya. Kenaikan tagihan itu akibat adanya perubahan jadwal pencatatan meter air. Hal itu disampaikan Direktur Umum Perumdam TTB Kutim Muhammad Jais, melalui Kasubag Humas Noor Hadi Syaputra.
“Naik dan turunnya jumlah tagihan air pelanggan dipengaruhi oleh pola pemakaian sehari-hari,” ujarnya, Rabu (8/6).
Mengenai jumlah tagihan air yang meningkat, dia memastikan hal itu murni akumulasi pemakaian. Secara teknis, pemakaian air pelanggan telah dikonversi dalam tagihan, berdasarkan angka pada fisik meter air pelanggan sesuai jadwal pencatatan, yakni setiap tanggal 1 hingga 5 setiap bulannya
“Jumlah tagihan air pelanggan periode Juni menjadi lebih, karena adanya perubahan pencatatan. Khususnya untuk pemakaian air pada April lalu. Pencatatan dilakukan pada 25-29 April atau maju dari jadwal rutin,” ungkapnya.
Kebijakan memajukan jadwal itu dilakukan karena ada cuti bersama Idulfitri pada 1-6 Mei. Agar tidak terjadi kesalahpahaman, Hadi mengimbau kepada pelanggan Perumdam TTB Kutim yang merasa tagihannya melonjak untuk menghubungi petugas melalui call center (0549) 2027255 (ext 1 atau 2) dan nomor seluler 0811591515 (chat via aplikasi WhatsApp).
“Pembuktian klarifikasi bisa disampaikan dengan menyertakan bukti nomor rekening pelanggan. Sehingga, dapat memudahkan petugas menunjukkan bukti foto angka meter terakhir yang dicatat,” pungkasnya. (dq/ind/k15)
Editor : izak-Indra Zakaria