Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Penjualan Daging Sapi Segar di Bontang Anjlok

izak-Indra Zakaria • Sabtu, 24 Juni 2023 - 19:05 WIB
SEPI PEMBELI: Sudah dua bulan terakhir, pembeli yang datang ke lapak daging milik Sukiman di Pasar Tamrin berkurang. Penjualan turun hingga 50 persen.
SEPI PEMBELI: Sudah dua bulan terakhir, pembeli yang datang ke lapak daging milik Sukiman di Pasar Tamrin berkurang. Penjualan turun hingga 50 persen.

Menjamurnya produk daging sapi frozen alias beku membuat sejumlah pedagang daging sapi di pasar tradisional menjerit.

 

BONTANG–Tren penjualan daging sapi segar menurun drastis lantaran pembeli lebih memilih daging beku dengan alasan lebih higienis dan lebih murah. Hal itu turut dirasakan pedagang daging sapi Pasar Taman Rawa Indah, Sukimun.

Saat dijumpai, Sukimun menuturkan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal tahun. Namun, kondisi makin parah dalam dua bulan terakhir. Imbas yang ia rasakan ialah jumlah pelanggan, hingga pendapatan ikut menurun. Lantaran daging sapi yang jual berkurang dari sebelum maraknya daging beku dan jarang habis.

Dalam sehari biasanya Sukimun mampu menjual 30 kilogram daging sapi. Namun, saat ini hanya mampu menjual 14 kilogram daging sapi segar saja. Itu pun bisa habis dalam waktu sepekan.

Kata Sukimun, biasanya pelanggan tetapnya membeli belasan kilogram (kg) daging sapi. Namun, sekarang hanya satu sampai 3 kg. Itu pun daging sapi segar sebagai bahan campuran daging beku agar bakso yang dibuat bisa sempurna.

"Sekarang saya hanya bisa jual seperempatnya. Itu saja habis dalam waktu seminggu. Apa nggak sakit kepala saya. Mana anak saya banyak," keluhnya, Jumat (23/6).

Tak hanya itu, kata Sukimun, maraknya daging beku berimbas pada menurunnya jumlah sapi yang dipotong di rumah potong hewan (RPH). Dalam sehari, biasanya RPH mampu memotong 9–10 sapi. Namun, saat ini hanya berkisar 4–5 sapi.

"Ya nggak bisa kita paksakan juga. Kalau motong sapi banyak siapa yang mau ambil dagingnya dalam jumlah banyak. Saolnya sekarang trennya lebih suka daging beku," bebernya.

Jika terus dibiarkan seperti ini, lambat laun perekonomian penjual daging sapi akan mati. Karena itu, dia meminta pemerintah untuk mengambil tindakan. Ia mengusulkan, jumlah daging beku yang masuk ke Bontang dibatasi. Agar perekonomian berjalan berdampingan tanpa ada yang dirugikan.

"Tolonglah kami ini. Kami nggak masalah adanya daging beku. Tapi jumlah produksinya harus sama seperti daging segar. Jangan lebih dari itu. Lama-lama usaha kami bangkrut kalau begini terus," tandasnya. (kpg/ind/k8)

 

Editor : izak-Indra Zakaria