Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kebakaran Lahan di Sempaja Selatan, Api Besar Dekati Permukiman

izak-Indra Zakaria • 2023-10-28 22:42:46
PANIK. Petugas pemadam kebakaran tengah melakukan pemadaman di sebuah lahan terbakar di Jalan Perjuangan Baru, RT 02, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. (kis)
PANIK. Petugas pemadam kebakaran tengah melakukan pemadaman di sebuah lahan terbakar di Jalan Perjuangan Baru, RT 02, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. (kis)

SEMPAJA SELATAN. Asap hitam pekat dan tebal membubung tinggi. Petugas pemadam kebakaran bersama relawan mengira telah terjadi kebakaran permukiman. Namun setelah dicek, ternyata asap hitam pekat tersebut berasal dari kebakaran lahan yang mendekati permukiman di Jalan Perjuangan Baru, RT 02, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (27/10) siang.

Dari informasi, kebakaran ini akibat oknum warga yang membersihkan lahan dengan cara dibakar namun tidak diawasi hingga membesar. Api merambat dari rerumputan kering di sekitarnya. Nahas, di sekitar lahan terdapat pula tumpukan ban bekas. Benda inilah yang menyebabkan asap begitu pekat dan tebal.

"Yang bersihkan lahan entah kemana. Kami sampai panik akibat ulahnya," ungkap Ashari (39) warga sekitar.

Petugas pemadam kebakaran serta relawan berupaya memadamkan kobaran api yang membakar lahan di pinggir jalan tersebut sekitar pukul 13.00 Wita tersebut. Titik air minim serta kencangnya tiupan angin sempat jadi kendala saat melakukan pemadaman.

Untuk bisa memadamkan api, satu unit tanki pemadam dari damkar diterjunkan. Api berhasil dikuasai sekitar 20 menit kemudian. Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai setengah hektare.

"Asap dari kebakaran lahan ini cukup pekat. Dan dari penelusuran, kami temukan bekas bakar-bakar tumpukan kayu bekas. Dari situlah api kemudian membesar," ungkap korwil posko 2 Damkar, Barkani.

Pihaknya mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran lahan dan sampah di musim kemarau seperti saat ini.

"Kalau mau membakar harus di awasi dan apinya jangan terlalu besar," pinta Barkani. (kis/beb)

Editor : izak-Indra Zakaria