Pemkot Samarinda akan membangun sebuah sekolah terpadu bertaraf internasional yang menggabungkan tiga jenjang, yakni sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
SAMARINDA–Sekolah tersebut akan dibangun di satu area pada lahan seluas 2 hektare di SMP 16, Jalan Jakarta, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda Asli Nuryadin mengatakan, pembangunan sekolah terpadu itu dilatarbelakangi keinginan pemerintah untuk memiliki sebuah sekolah percontohan yang modern, dengan mengedepankan prinsip perubahan karakter, serta meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswanya.
"Dasar lain pembangunan itu karena sebelumnya pemerintah sempat kesulitan mencari sekolah dengan bangunan yang baik, ketika menyambut kedatangan presiden di Samarinda 2021 lalu. Makanya wali kota mencetuskan pembangunan sekolah tersebut," ujarnya, Kamis (24/1).
Asli menjelaskan, pada bangunan sekolah baru nanti hanya disediakan tiga rombongan belajar (rombel) untuk setiap angkatan. Sehingga, untuk mengatasi kekurangan kelas, pihaknya juga akan membangun SMP 50 di Jalan Lobang Tiga, Kelurahan Loa Bakung, pada lahan pemkot seluas sekitar 1 hektare. "Itu juga mengatasi kelebihan beban di SMP 16. Karena sekolah saat ini memiliki 30 rombel. Begitu juga usia bangunan, sudah sekitar 34 tahun berdiri," jelasnya.
Baca Juga: Penderita HIV/AIDS di PPU Meningkat Drastis
Ia berharap, pembangunan sekolah terpadu ini bisa terwujud. Dengan desain ruang sementara, 40 persen adalah bangunan sekolah tiga lantai, sisanya merupakan ruang terbuka publik (RTP) beserta fasilitas pendukung lainnya. "Sistem penerimaan juga masih sama, menggunakan sistem zonasi dan lainnya. Namun kemungkinan persentase jalur prestasi akademik dan non-akademik akan lebih besar. Dari saat ini sekitar 15 persen bakal menjadi 30 persen," harapnya.
Ia menambahkan, akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), untuk membuat memorandum of understanding (MoU) dengan pejabat (Pj) gubernur Kaltim, mengenai pengelolaan SMA di sana. "Karena nomenklatur dari kementerian mengenai pengelolaan SMA di provinsi, kami masih akan mengikuti aturan itu. Pada sekolah terpadu itu nanti setiap jenjang punya kepala sekolah masing-masing," tambahnya.
Baik SD dan SMA sementara belum ada namanya saat ini. “Itu akan berjalan seiring dengan perkembangan pembangunan. Targetnya tahun depan sudah mulai beroperasi khususnya untuk tingkat SMP," sambungnya.
Terkait dengan pembangunan SMP 50 di Jalan Lobang Tiga, Asli menuturkan, pemkot mengalokasikan Rp 30 miliar untuk membangun sekolah dengan jumlah 18 rombel, ditambah berbagai fasilitas penunjang lain. "Itu juga akan bersamaan, dibangun tahun ini dan selesai pada akhir tahun," pungkasnya. DENNY SAPUTRA
@dennysaputra46
Editor : Indra Zakaria