Sebagai daerah yang paling ujung Samarinda, berbatasan langsung dengan Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kelurahan Bantuas di Kecamatan Palaran cukup menyimpan banyak cerita. Terlebih di zaman penjajahan.
MUSTAMAT, jadi orang yang dituakan di kawasan Bantuas. Dia juga ditunjuk sebagai ketua rukun tetangga (RT) 05 di kawasan tersebut. Dia cukup paham dengan daerah setempat. Termasuk histori yang pernah terjadi.
“Saya lahir dan besar di sini (Bantuas). Sampai tua ya di sini. Makanya enggak heran kalau ada temuan seperti tadi pagi (granat) di perkebunan warga. Dan ini bukan pertama kali temuan granat,” ujarnya dengan nada santai. Dia bahkan sempat merasakan menyeberang ke Sangasanga menggunakan rakit. “Kalau di Sangasanga kan istilahnya tanah juang. Kalau di Bantuas itu dulu banyak dimanfaatkan juga oleh orang-orang Jepang,” sambungnya.
Bahkan tak jauh dari lokasi penemuan granat di Jalan Al Hasani, RT 05, Kelurahan Bantuas, Kecamatan Palaran, merupakan area perkebunan bagi orang-orang Jepang. “Ya dulu masih saya kecil begitu. Tapi sekarang sudah beda, malah banyak tambang,” ucapnya diikuti tawa ringan.
Dia mendapat kabar penemuan granat cukup terkejut. “Ternyata masih ada. Karena memang daerah sini itu dulu juga jadi tempat pelarian orang-orang Jepang. Kebetulan saja tadi saya pas dikabari sama yang punya kebun (Pak Samlan), saya juga langsung ke sana,” ungkapnya.
Samlan (41), pemilik lahan saat ditemui di lokasi mengatakan, sekitar pukul 10.00 Wita, dia merintis lahan miliknya. Jaraknya sekitar 20 meter dari rumahnya. “Tiba-tiba parang saya terkena besi, terus saya angkat. Awalnya enggak tahu kalau granat," sebutnya. Setelah itu, ia langsung melapor ke Mustamat, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa Bantuas. "Bilangnya Pak RT itu granat, makanya langsung lapor. Enggak lama datang personel Polsek Palaran dan Tim Gegana Detasemen B Pelopor Sat Brimob Polda Kaltim untuk mengevakuasi," jelasnya.
Proses pengamanan granat itu cukup singkat, sekitar 15 menit setelah azan Ashar, dan langsung dibawa ke Mako Brimob di Samarinda Seberang.
Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bantuas Aipda Hildes Tefi yang ditemui di tempat kejadian mengatakan, mendapat laporan ketua RT terkait temuan granat tersebut. "Saat dicek ternyata bahan peledak (granat) bentuknya seperti nanas, itu ditemukan warga saat membersihkan lahan, terkena parang, makanya bunyi. Jadi dipindahkan ke samping rumah," jelasnya. Granat tersebut diduga masih aktif karena pengait masih utuh. "Tetapi bahan lama, karena kondisinya berkarat," imbuhnya.
Ia menambahkan, warga Bantuas kerap menemukan alat peledak berupa granat. "Sering, tapi kalau yang sebelumnya sudah tidak aktif lagi. Beda sama yang diamankan tadi (kemarin), kondisinya lengkap," kuncinya. (dra/k16)
Editor : Indra Zakaria