Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dua Kebakaran di Balikpapan Dalam Waktu 15 Jam

Indra Zakaria • 2024-05-17 10:28:02

Kebakaran di Gunung Bahagia, Balikpapan.
Kebakaran di Gunung Bahagia, Balikpapan.
 

 

Kebakaran hebat terjadi di permukiman padat penduduk di RT 10 Kelurahan Sepinggan Raya (Seraya), Balikpapan Selatan, pada Selasa (14/5/2024) sekitar pukul 17.50 Wita. Dalam insiden tersebut, diketahui tiga bangunan rumah habis terbakar. Awalnya warga sekitar yang pertama kali melihat api segera berusaha memadamkannya dengan peralatan seadanya. Namun, upaya mereka tidak berhasil, karena sebagian besar bangunan di lokasi kejadian terbuat dari kayu, yang menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dikendalikan. Hingga beberapa saat kemudian petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan tiba di lokasi berusaha memadamkan api.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Bambang Subagyo, menyatakan bahwa tim pemadam mengalami kesulitan untuk mencapai lokasi kebakaran.

"Jalan menuju lokasi kebakaran sempit, sempat terhalang juga dengan pagar pembatas, ditambah lagi tadi banyak yang menonton di lokasi kebakaran," ungkap Bambang.  

Bambang juga mengungkapkan bahwa tim pemadam kebakaran yang dibantu oleh Basarnas, TNI/Polri, dan unsur relawan lainnya akhirnya berhasil menjinakkan api setelah berjuang lebih dari satu jam. "Kurang lebih satu jam proses pemadaman tadi kami berhasil memadamkan api. Ada kurang lebih delapan unit mobil pemadam ditambah dari Brimob juga," terangnya.

Bambang memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. "Saat ini, petugas dari kepolisian juga masih menelusuri penyebab munculnya api di lokasi kebakaran," tuturnya.

Sementara itu, salah satu saksi mata enggan disebutkan namanya mengungkapkan, rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian mengaku sempat panik saat api mulai membara. "Awalnya kami melihat asap tebal dari kejauhan, lalu kobaran api mulai terlihat. Kami berusaha memadamkan api dengan ember dan air seadanya, tetapi api menyebar terlalu cepat," kata warga.

Akses jalan yang sempit, membuat mobil pemadam tidak bisa mencapai titik lokasi. Mobil pemadam hanya bisa masuk melalui kawasan kantor Basarnas hingga menyemprotkan air melalui pagar pembatas. Sebenarnya di kawasan padat penduduk itu sudah pernah diusulkan untuk pembuatan jalan lebar, namun kabarnya warga sekitar enggan lahannya berkurang diperuntukkan jalan lebar.

Kejadian kebakaran berikutnya pada Rabu (15/5/2025) pagi kemarin. Warga di kawasan Jalan Belatuk, RT 25 Gunung Bahagia, dikejutkan dengan munculnya kepulan asap hitam yang membumbung tinggi dari salah satu rumah warga yang terbakar sekitar pukul 09.00 Wita. Kebakaran tersebut mengundang perhatian warga sekitar, yang segera berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Kawasan yang padat pemukiman ini membuat kebakaran cepat menjadi perhatian warga, yang segera berupaya memadamkan api.  Untungnya respons cepat datang dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan yang markasnya tidak jauh dari lokasi kejadian, sehingga titik api dapat segera dikendalikan dan dipadamkan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Balikpapan, Bambang Subagyo mengatakan, api diduga berasal dari obat nyamuk bakar yang masih menyala. “Menurut pengakuan pemilik rumah, api berasal dari obat nyamuk bakar yang kemudian merambat ke kasur,” ujar Bambang di lokasi kejadian.

Api yang cepat membesar membakar dua kamar di rumah tersebut. Petugas BPBD yang dibantu oleh unit water cannon milik Polda Kaltim segera melokalisir api agar tidak meluas ke rumah-rumah lain yang berdekatan.

“Langkah preventif seperti mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan dan memastikan sumber api padam sebelum ditinggalkan sangat penting untuk mencegah kebakaran di lingkungan padat penduduk,” tandasnya. (day/cal)

 

 
 

 

 
Editor : Indra Zakaria