Prokal.co - Proyek revitalisasi Pasar Pagi kemungkinan mengalami penyesuaian desain. Hal itu terkait adanya 48 rumah toko (ruko) yang memiliki sertifikat hak milik (SHM) dan menolak rencana revitalisasi. Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, kemungkinan pihaknya review ulang dari desain masterplan yang sudah dibuat.
"Mungkin ada pergeseran sedikit. Namun, kami masih optimistis, paling tidak Desember konstruksi selesai ya," ujarnya, Rabu (22/5).
Laporan tim teknis bahwa ada pergeseran waktu pelaksanaan imbas waktu pembongkaran bergeser. Namun, pihaknya meyakini masih sesuai jadwal. “Lihat saja perkembangannya nanti, mohon doanya saja. Kalau ada pergeseran, tidak terlalu lama dari schedule awal yang kami rencanakan,” sebutnya.
Salah satu upaya untuk mempercepat pembangunan adalah dengan menambah tenaga kerja dan jam kerja, sehingga kemungkinan pelaksana bakal bekerja sampai malam.
"Tadi berencana kerja sampai pukul 22.00 Wita. Kemungkinan ada beberapa sif. Tenaga kerjanya ditambah. Kalau 30 orang kemungkinan sampai 50 orang. Kemudian jam kerja normalnya sampai jam 4, kemungkinan ada dua sif sampai pukul 22.00 Wita. Namun, akan dipastikan lagi dengan rapat lanjutan bersama tim teknis dan pelaksana,” jelasnya.
Terkait 48 ruko yang memegang SHM dan menolak revitalisasi, Andi Harun menegaskan Pemkot Samarinda akan mencari solusi terbaik. Sambil paralel pembangunan dilaksanakan di area yang aman.
“Kalau mengganggu pasti ya, tapi tidak menghambat. Kemungkinan ada review desain. Kami akan pertimbangkan. Itu sangat teknis sebenarnya,” ucapnya.
Pihaknya akan terus mengikuti perkembangan, mengingat belum diselesaikannya masalah sosial dengan pemilik 48 ruko tersebut. Jadi, akan dibuat ulang master desainnya. Meski tidak harus persis gambarnya, diutamakan desain analisis lalu lintasnya, parkir, dan sesuai kebutuhan.
“Pemkot berhitung meski permasalahan sosial belum selesai, bangunan baru Pasar Pagi tetap berfungsi," tandasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Desy Damayanti menuturkan, desain bangunan Pasar Pagi yang baru terdiri dari enam lantai, termasuk area parkir di bawahnya.
Awalnya perencanaan desain juga menyertakan hotel, namun pembangunan hotel belum diprioritaskan saat ini. "Fokus utama pembangunan saat ini adalah pasar untuk menampung para pedagang yang direlokasi. Lantai yang disiapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk hotel, namun belum ada rencana pasti saat ini,” ucapnya.
Desain parkir pasar baru nanti tidak menggunakan area bawah tanah seperti di eks Plaza 21 karena dikhawatirkan tergenang saat air pasang.
DPUPR Samarinda telah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas alternatif pengaturan lalu lintas selama pembangunan berlangsung. Dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk mendapatkan izin penggunaan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jenderal Sudirman untuk mobilisasi bahan dan alat berat.
"Kami akan berupaya agar pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi," pungkasnya.
Sebagai informasi, pemkot revitalisasi pasar tersebut diproyeksi menelan biaya Rp 375 miliar untuk membangun gedung enam lantai yang diupayakan rampung akhir tahun ini. Luas lahannya tersedia mencapai 1 hektare. Rencananya Pasar Pagi yang baru nanti bisa menampung 2.700-an pedagang. (dra/k16)
Editor : Indra Zakaria