Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tugu dan Lubang Pembantaian Masyarakat Loa Kulu akan Dikembangkan Menjadi Wisata Edukasi

Elmo Satria Nugraha • Senin, 10 Juni 2024 - 03:01 WIB
Kepala Desa Loh Sumber Sukirno (Istimewa)
Kepala Desa Loh Sumber Sukirno (Istimewa)

TENGGARONG – Desa Loh Sumber, Kecamatan Loa Kulu menjadi salah satu lokasi bersejarah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) selama masa penjajahan Indonesia silam. Desa ini menjadi saksi peristiwa pembantaian masyarakat Loa Kulu. Sebuah tugu dan lubang di desa ini tersisa sebagai salah satu peninggalan masa kelam penjajahan di Loa Kulu.

Pemerintah Desa (Pemdes) Loh Sumber ingin tugu dan lubang ini sebagai pengingat bagi generasi muda. Bahwa desanya merupakan bagian dari perjuangan pendahulu bangsa dalam memerdekakan Indonesia. Untuk itu, Kepala Desa (Kades) Loh Sumber Sukirno berencana menjadikan lokasi tersebut sebagai objek wisata sejarah dan edukasi perjuangan yang terbuka bagi masyarakat umum.

“Dalam waktu dekat ini kami berencana untuk mengembangkan potensi pariwisata dan sejarah di desa kami. Yakni lubang dan tugu pembantaian masyarakat Loa Kulu,” ungkap Sukirno.

Pengembangan sektor pariwisata merupakan salah satu program prioritas desa Sukirno. Tidak hanya wisata sejarah, pihaknya juga berencana kembali menghidupkan taman agrowisata yang sempat vakum. Taman agrowisata ini akan menjadi bagian dari perhentian wisatawan jika berkunjung ke wisata bersejarah, sehingga jumlah kunjungan ke Desa Loh Sumber meningkat.

Sukirno menyebut pihaknya juga ingin memfasilitasi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Untuk merealisasikan rencana ini, pihaknya tengah berupaya menghidupkan kembali Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dengan melibatkan masyarakat setempat, terutama pemuda.

“Tujuan kita mengembangkan wisata sejarah bukan untuk mengingatkan tragedi pada zaman perjuangan, namun untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan. Selain itu tujuan lain agar sejarah desa diketahui masyarakat luas,” pungkas Sukirno. (adv/moe)

Editor : Indra Zakaria