Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Banjir Parah Akibat Gorong-gorong "Salah-salah", Jalan Poros Samarinda-Tenggarong Juga Terancam Putus

Redaksi Sapos • Kamis, 13 Juni 2024 - 00:45 WIB
DIDUGA PENYEBAB. Lurah Bukit Pinang, Eko Purwanto saat mengecek gorong-gorong yang menyebabkan air meluap hingga menyebabkan genangan parah di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong. (rin/Sapos)
DIDUGA PENYEBAB. Lurah Bukit Pinang, Eko Purwanto saat mengecek gorong-gorong yang menyebabkan air meluap hingga menyebabkan genangan parah di Jalan Poros Samarinda-Tenggarong. (rin/Sapos)

 

Banjir parah yang membuat akses lalu lintas (lalin) terputus, sekolah dan sejumlah rumah warga terendam di sekitaran Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, kawasan Bukit Pinang, Kecamatan Samarinda Ulu, Sabtu (8/6) mulai teridentifikasi.

Dari hasil penelusuran pihak Kelurahan Bukit Pinang, selain karena curah hujan yang tinggi lalu menyebabkan volume air besar, banjir itu diduga disebabkan karena kondisi gorong-gorong yang "salah-salah".

Posisi gorong-gorong yang diduga jadi "biang masalah" dan menyebabkan banjir itu melintang di bawah cor-coran Jalan Poros Samarinda-Tenggarong, tepatnya di kawasan RT 16. Lurah Bukit Pinang, Eko Purwanto ditemui di lapangan saat mengecek kondisi gorong-gorong mengungkapkan, bahwa gorong-gorong itu tak berfungsi maksimal karena ada bagian yang menghalangi arus air.

"Jadi ini air tak bisa lancar (di sekitar lingkungan RT 16, Red), karena di sini menurut warga airnya meluap dari gorong-gorong. Soalnya sebenarnya saat pengecoran jalan, gorong-gorong yang direhab hanya yang berada di bawah satu lajur jalan saja.

 

Sementara di bawah lajur jalan lain masih pakai gorong-gorong lama, pakai ulin dan lubangnya kecil. Sehingga besarnya lubang gorong-gorong tak sama. Malah jadi seperti terhalang. Info warga, itu yang menyebabkan air akhirnya meluap," jelas Eko.

Pantauan media ini di lapangan, di atas gorong-gorong pada median jalan terlihat lubang menganga bekas dialiri air dan menjadi wadah luapan untuk menggenangi jalanan maupun lingkungan sekitarnya.

Tak hanya menyebabkan banjir saja, Jalan Poros Samarinda-Tenggarong juga terancam ambrol. Sebab tanah di gorong-gorong itu terlihat tergerus. Jika dibiarkan dan lambat ditangani, bisa jadi akan membuat cor di atasnya patah dan membuat jalan putus.

"Memang tanah dalam gorong-gorong ini mulai tergerus. Bahaya ini kalau dibiarkan. Bisa-bisa cor di atasnya ambrol dan jalan bisa jadi akan putus, makanya harapan kami segera dibenahi," tutur Eko mengakhiri. (rin/nha)

 

 
Editor : Indra Zakaria