Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Ancaman di Tengah Kota, Kemunculan Buaya Muara di SKM

Redaksi Sapos • 2024-06-24 09:10:00
BERJEMUR. Buaya muara terlihat berenang di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), Jalan Perniagaan, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. (kis)
BERJEMUR. Buaya muara terlihat berenang di bantaran Sungai Karang Mumus (SKM), Jalan Perniagaan, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang. (kis)

 

Seekor buaya menampakkan diri tengah berenang di Sungai Karang Mumus (SKM) Jalan Perniagaan, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Jumat (21/6). Kemunculan buaya muara dengan panjang 1,5 meter menjadi perhatian warga karena lokasinya dekat permukiman.

Lamin (46), warga sekitar, mengatakan sudah sepekan ini melihat buaya tersebut menampakkan diri dan berjemur di pinggir sungai. Keberadaan buaya membuat warga cemas karena sungai tersebut kerap dijadikan tempat bermain anak-anak. Kekhawatiran mereka bertambah karena jumlah buaya lebih dari satu ekor.

"Pernah saya lihat yang ukurannya lebih besar. Saat air surut, buaya itu menepi dan berjemur. Tapi kalau ada kapal atau orang mendekat, langsung masuk ke dalam air kembali," kata Lamin.

Lamin melanjutkan, buaya biasanya menampakkan diri jika air sungai surut. Kemunculan buaya terjadi pada pagi dan sore hari. Buaya biasa bersembunyi di dalam drainase pembuangan air di sepanjang aliran sungai.

"Kalau bisa segera dievakuasi karena warga di sini khawatir dengan keberadaan buaya ini," imbuhnya. Tim Relawan Samarinda Animal Rescue (SAR) yang mengetahui penampakan buaya akan segera berkoordinasi untuk menentukan langkah antisipasi agar buaya tidak sampai menyerang warga.

"Jenis buaya muara. Buaya ini berada di sekitar lokasi karena ada makanannya. Tapi jika makanan habis, bukan tidak mungkin buaya akan naik ke darat untuk berburu hewan yang bisa dimangsa," kata Ichsan Wahyudin, anggota SAR.

Menurut Ichwan, warga sebaiknya meningkatkan kewaspadaan sebab buaya jenis ini termasuk ganas dan sangat agresif. Jika tidak diganggu, mungkin buaya terlihat tenang. Namun, buaya akan menyerang siapa saja yang dianggap mengganggunya.

Buaya muara, atau disebut juga buaya berkatak, yang dalam istilah biologinya disebut Crocodylus porosus, adalah jenis buaya terbesar di dunia. Dinamakan buaya muara karena selain hidup di habitat utama yakni sungai, buaya ini juga hidup di dekat laut alias muara, kadang dijumpai di laut lepas. Tidak heran jika buaya ini adalah satu-satunya buaya yang bisa bertahan di air asin atau air laut.

"Saat ini kami hanya bisa mengimbau warga untuk sementara waktu tidak beraktivitas di pinggir sungai dahulu. Terlebih kepada anak-anak yang tinggal di bantaran sungai yang kerap mandi dan bermain di sungai tersebut," pungkas Ichwan. (kis/beb)

 

 
 
Editor : Indra Zakaria