Jika menggunakan motor trail atau mobil double gardan 4WD, perjalanan bisa lebih cepat. Setiap tahun, akses menuju lokasi wisata ini diperbaiki oleh pemerintah daerah melalui berbagai sumber dana, termasuk APBD dan Bankeu Provinsi Kaltim.
Fasilitas yang tersedia di wisata ini cocok untuk wisatawan petualang. Disarankan untuk menginap, karena momen yang ditunggu adalah sekitar pukul 05.30 WITA hingga pukul 08.00 WITA pagi. Namun, pemandangan embun seperti negeri di atas awan hanya terlihat jika cuaca mendukung. Jika hujan, pemandangan tersebut tidak akan terlihat.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Saing Boga Desa Luan, Sukatmin, mengatakan bahwa kini tersedia fasilitas kantin, musala, toilet, dan gazebo untuk menginap. Ada juga tenda camping yang disewakan oleh warga sekitar.
"Sewa tenda bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu, sesuai jenisnya," kata Sukatmin.
Lokasi Gunung Boga ini juga menjadi tempat bermain paralayang. Namun, saat ini belum rutin digelar karena pendamping desa yang akan memandu paralayang sedang mengikuti pelatihan di Malang. Hanya pada momen tertentu wisatawan dapat melihat aksi paralayang. Kunjungan wisatawan ke Gunung Boga biasanya ramai pada akhir pekan dan hari libur nasional, dengan jumlah pengunjung bisa mencapai ratusan orang per hari.Apalagi jika ada kunjungan dari pemerintah daerah, provinsi, atau nasional.
Pengunjung Gunung Boga kini datang dari berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya dari dalam Kabupaten Paser dan Kaltim saja. (*)