"Selanjutnya, setelah masa uji coba dan operasional awal, pengelolaan akan berpindah ke pemerintah kota," tutup Adwar.(*)
Sesuai kesepakatan sebelumnya, Balikpapan City Trans direncanakan akan beroperasi kembali dari 1 hingga 20 Agustus, terutama untuk menyambut peringatan HUT ke-79 RI di IKN.
Dengan adanya berbagai tamu negara, Balikpapan City Trans diharapkan dapat membantu transportasi umum di Kota Minyak. Namun, kepastian mengenai operasional pada 1 Agustus masih menunggu hasil evaluasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Adwar Skenda Putra menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil evaluasi dari Kemenhub. Beberapa syarat harus dipenuhi setelah uji coba operasional selama dua minggu.
"Kami masih menunggu tindak lanjut dari evaluasi, termasuk terkait jumlah penumpang dan pembatasan," ujarnya. Adwar menambahkan bahwa operator dan kewenangan Balikpapan City Trans masih berada di bawah Kemenhub.
Menurutnya, pihaknya hanya menunggu arahan dari pemerintah pusat. Beberapa waktu lalu, operasional Balikpapan City Trans telah ditinjau langsung oleh Direktur Angkutan Jalan Kemenhub.
"Kami akan mengikuti hasil evaluasi. Jika mereka mengatakan sudah siap, kami akan melanjutkan operasional. Namun, jika belum, operasionalnya akan ditunda," jelas Adwar. Meskipun sempat mengalami beberapa kendala, Pemkot Balikpapan tetap berkomitmen mendukung operasional Balikpapan City Trans.
Pemerintah daerah juga berupaya keras untuk mendapatkan bantuan bus dari Kemenhub. Adwar menambahkan bahwa permintaan sarana angkutan umum massal (SAUM) juga datang dari banyak kabupaten/kota lain. "Contohnya, Samarinda sempat ditolak. Namun, Balikpapan masih mendapat fasilitas," imbuhnya.
Dari dua pekan uji coba, masyarakat secara umum menyambut positif kehadiran moda transportasi baru ini. Saat ini, Balikpapan City Trans masih dalam tahap uji coba dengan Kemenhub sebagai operator langsung selama tiga tahun pertama. Setelah itu, pengelolaan akan diserahkan kepada pemerintah kota.