Video Ospek Mahasiswa Baru Faperta Untag Samarinda Ala Militer, Panitia Terancam Diskor 1 Setahun
Redaksi Sapos• 2024-09-30 14:41:30
TITIK LOKASI: Berikut lokasi PKKMB yang dilakukan Fakultas Pertanian Untag Samarinda.
PENGENALAN Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas 17 Agustus (Untag) Samarinda dalam sorotan. Setelah beredar video di berbagai platform digital latihan ala militer.
Diketahui, agenda PKKMB yang dilakukan kepada 23 mahasiswa baru, dilaksanakan di Fakultas Pertanian. Dalam gambar bergerak yang beredar, terlihat para mahasiswa diminta untuk berjalan menyisiri drainase (parit) di kawasan Jalan Juanda, beberapa waktu lalu.
Atas kegiatan tersebut, Rektor Untag Samarinda Marjoni Rahman mengatakan, tim investigasi saat ini masih bekerja dalam mengumpulkan bukti-bukti terkait kegiatan tersebut. "Sabar ya, karena sanksi belum di jatuhkan. Insya Allah minggu depan setelah laporan tim masuk akan segera kami putuskan," ucapnya saat dikonfirmasi Kaltim Post, Jumat (27/9).
Saat dikonfirmasi bentuk sanksi yang akan diberikan, pihaknya belum memberikan kepastian. Namun, panita atau senior yang terlibat bisa terancam sanksi selama 1 semester. "Untuk sementara, bisa saja sanksi berupa skorsing 1 semester," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Fandri Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian menyebutkan, dalam pelaksanaan itu tidak ada unsur paksaan, tekanan, dan terpaksa dalam mengikuti rangkaian agenda tersebut.
Sebab, lanjut dia, mahasiswa baru yang ikut dalam agenda tersebut telah dikonfirmasi lebih dulu sebelum diselenggarakan. "Kami sudah tanyakan kepada mereka (mahasiswa baru). Mereka bilang, bahwa kegiatannya bagus karena ada dampak positif yang kami dapatkan. Seperti kekompakan, keakraban satu sama lain.
Kami juga sudah klarifikasi kepada orang tuanya, ada salah satu jawaban dari orang tuanya mengatakan bagus kegiatan itu dan mengucapkan terima kasih kepada panitia. Karena menurut orang tua itu, kegiatan itu dapat melatih mental, dan kemudian saling mengenal satu sama lain," terangnya.
Selain itu, sambung dia, peserta yang mengikuti kegiatan tersebut sekitar 23 mahasiswa. Kata Fandri menerangkan hasil konfirmasinya kepada mahasiswa tersebut, bahwa para peserta pun merasa kecewa lantaran video yang viral itu diunggah.
"Kami juga sudah menghadap ke pimpinan fakultas. Mungkin dalam waktu dekat akan ada klarifikasi yang kami lakukan bersama mahasiswa baru dan orang tuanya," tuturnya. (kpg/jnr)