Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Begini Tata Cara Pemilihan Pemimpin Umat Katolik, Siapa yang Berhak Memilih dan Aturan Khusus Lainnya

Indra Zakaria • 2025-04-21 18:45:00
Salah satu sudut Kapel Sistina, Vatikan. Di kapel ini dilaksanakan pemilihan paus.
Salah satu sudut Kapel Sistina, Vatikan. Di kapel ini dilaksanakan pemilihan paus.

Tata cara pemilihan Paus adalah proses yang sangat unik dan diatur secara ketat oleh hukum Gereja Katolik. Proses ini terjadi dalam sebuah pertemuan khusus para kardinal yang disebut Konklaf. Berikut adalah penjelasannya secara rinci:

Kapan Konklaf Diadakan?

Konklaf diadakan setelah terjadi lowongnya Takhta Suci (sede vacante), yaitu ketika seorang Paus meninggal dunia atau mengundurkan diri secara sah. Seperti diketahui, Paus Fransiskus baru saja meninggal dunia, dan tentu akan diadakan pemilihan pemimpin umat Katolik yang baru. Nah, bagaimana cara memilih Paus yang baru?

Siapa Saja yang Berhak Memilih Paus?

Hanya para kardinal Gereja Katolik yang memiliki hak untuk memilih Paus. Namun, ada batasan usia:

Kardinal Elektor: Hanya kardinal yang belum mencapai usia 80 tahun pada hari Takhta Suci menjadi lowong yang berhak untuk masuk ke dalam Konklaf dan memberikan suara.

Kardinal Non-Elektor: Kardinal yang berusia 80 tahun atau lebih tidak diizinkan untuk berpartisipasi dalam pemungutan suara, meskipun mereka dapat hadir dan memberikan nasihat jika diminta sebelum Konklaf dimulai.

Tata Cara Pemilihan Paus (Proses Konklaf):

Persiapan Konklaf:

Setelah Paus meninggal atau mengundurkan diri, Kolegium Kardinal (seluruh kardinal) berkumpul di Vatikan. Sebelum Konklaf dimulai, diadakan beberapa pertemuan umum para kardinal (disebut Kongregasi Umum) untuk membahas berbagai hal terkait Gereja dan pemilihan Paus.

Tempat diadakannya Konklaf adalah Kapel Sistina di Vatikan. Tempat ini disegel dari dunia luar untuk memastikan kerahasiaan proses pemilihan. Akomodasi bagi para kardinal disediakan di Domus Sanctae Marthae, sebuah wisma di dalam Vatikan.

Memasuki Konklaf:

Pada hari yang telah ditentukan, para kardinal elektor berprosesi ke Kapel Sistina.
Sebelum pemungutan suara dimulai, mereka mengucapkan sumpah untuk menjalankan tugas mereka dengan setia dan menjaga kerahasiaan Konklaf.

Pemungutan Suara:

Pemungutan suara dilakukan secara rahasia. Setiap kardinal menuliskan nama kandidat pilihannya pada selembar kertas. Kertas suara dilipat dan satu per satu dimasukkan ke dalam sebuah piala tertutup. Setelah semua kardinal memberikan suara, kertas suara dihitung oleh tiga kardinal scrutineer yang dipilih secara acak.

Jika tidak ada kandidat yang memperoleh mayoritas dua pertiga suara pada pemungutan suara pertama, pemungutan suara berikutnya akan diadakan.
Biasanya, diadakan dua sesi pemungutan suara di pagi hari dan dua sesi di sore hari.
Sinyal Hasil Pemungutan Suara:

Setelah penghitungan suara selesai, hasilnya diumumkan secara simbolis kepada dunia melalui asap yang keluar dari cerobong Kapel Sistina:
Asap Hitam: Jika tidak ada Paus terpilih (mayoritas dua pertiga tidak tercapai), kertas suara dibakar dengan tambahan bahan kimia yang menghasilkan asap hitam (fumata nera).

Asap Putih: Jika seorang Paus terpilih (mayoritas dua pertiga tercapai), kertas suara dibakar tanpa bahan tambahan, menghasilkan asap putih (fumata bianca), yang menandakan "Habemus Papam" ("Kita punya Paus").
Penerimaan dan Pengumuman:

Setelah seorang kardinal terpilih dan menerima jabatan Paus, ia akan ditanya nama yang akan diambilnya sebagai Paus. Kardinal dekan (atau kardinal senior diakon jika dekan bukan elektor) akan bertanya: "Apakah Anda menerima pemilihan kanonik Anda sebagai Imam Tertinggi Gereja Universal?" dan setelah menerima, "Dengan nama apa Anda akan disebut?"

Setelah itu, Paus yang baru terpilih akan mengenakan pakaian kepausan dan muncul di balkon Basilika Santo Petrus untuk memberikan berkat apostoliknya yang pertama ("Urbi et Orbi" - kepada kota dan kepada dunia). Nama Paus yang baru dan nama kepausannya akan diumumkan oleh kardinal dekan.

Aturan Khusus:

Selama Konklaf berlangsung, para kardinal tidak diperbolehkan berkomunikasi dengan dunia luar melalui cara apapun (surat, telepon, internet, dll.).
Makanan dan kebutuhan mereka disediakan di dalam area Konklaf.
Kerahasiaan mutlak dijaga mengenai jalannya pemungutan suara dan pilihan para kardinal. Proses pemilihan Paus adalah tradisi kuno yang sarat akan makna spiritual dan sejarah, dirancang untuk memastikan bahwa pemimpin Gereja Katolik dipilih melalui proses yang cermat dan berdasarkan kehendak Roh Kudus, sebagaimana diyakini oleh umat Katolik. (*)

Editor : Indra Zakaria
#katolik #kardinal