Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Harga Ikan Anjlok Saat Panen Raya, Dinas Perikanan PPU Dorong Hilirisasi Produk

Wawan • 2025-05-29 09:05:00

Photo
Photo

PENAJAM – Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyoroti persoalan fluktuasi harga hasil budidaya perikanan yang kerap merugikan pembudidaya, terutama saat masa panen raya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya dan Lingkungan, Musakkar Mulyadi, mengungkapkan bahwa anjloknya harga ikan ketika produksi melimpah menjadi tantangan serius yang hingga kini belum menemukan solusi tuntas.

“Ketika panen raya tiba dan pasokan melimpah, harga ikan justru jatuh bebas. Ini tentu sangat merugikan para pembudidaya yang menggantungkan penghasilan dari hasil panen mereka,” kata Musakkar saat ditemui Rabu (28/5/2025).

Menurutnya, pembudidaya di wilayah Penajam hingga Babulu masih sangat bergantung pada dinamika pasar dalam menentukan waktu panen. Namun, strategi ini tidak selalu berhasil ketika banyak petambak panen secara bersamaan.
Kondisi paling nyata terlihat di Kecamatan Babulu. Banyak petambak memilih untuk menunda panen demi menunggu harga naik. Namun, ketika panen dilakukan serentak, kelebihan pasokan tak terhindarkan dan harga ikan terjun bebas.

“Ini menjadi tantangan besar ke depan. Perlu ada pengaturan dan strategi agar produksi bisa tetap menguntungkan,” ujarnya.

Tak hanya ikan bandeng, wilayah PPU sejatinya memiliki potensi besar dalam budidaya udang windu dan rumput laut. Sayangnya, ketidakstabilan harga membuat hasil panen belum memberikan nilai ekonomi maksimal bagi pembudidaya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Musakkar menekankan pentingnya pengembangan industri olahan hasil perikanan. Dengan begitu, pembudidaya tidak hanya bergantung pada harga ikan segar di pasar.

“Pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah bisa menjadi solusi jangka panjang. Selain meningkatkan harga jual, ini juga bisa menjaga stabilitas pendapatan pembudidaya,” jelasnya.

Ia menambahkan, faktor cuaca dan musim juga berpengaruh signifikan terhadap produksi perikanan. Dalam kondisi alam tertentu, pembudidaya dan nelayan tidak bisa beroperasi secara optimal.
Dinas Perikanan PPU, kata Musakkar, terus mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan kelompok pembudidaya untuk memperkuat rantai pasok dan mendorong hilirisasi.

“Inovasi dan kerja sama lintas sektor sangat penting untuk menguatkan sektor perikanan daerah. Dengan hilirisasi yang terarah, nilai tambah bisa tercipta, dan sektor perikanan kita jadi lebih tahan terhadap gejolak pasar,” tutupnya. (kim/adv)

Editor : Wawan
#ADV PEMKAB PPU #pemkab ppu