Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kaltim Tidak Aman dari Gempa dan Tsunami, Ini 3 Sesar yang Melintas dan Masih Aktif

Indra Zakaria • 2025-07-18 09:42:46
Gempa yang terjadi di perairan Balikpapan, 18 Juli 2025.
Gempa yang terjadi di perairan Balikpapan, 18 Juli 2025.

BALIKPAPAN- Kalimantan Timur kembali merasakan gempa pada Jumat (18/7/2025) Gempa berkekuatan 4,6 magnitudo itu dirasakan di Balikpapan, Kotabaru dan Batulicin. Meskipun Pulau Kalimantan sering dianggap relatif aman dari gempa bumi besar dibandingkan wilayah lain di Indonesia yang dilalui jalur cincin api Pasifik, Kalimantan Timur memiliki riwayat aktivitas seismik yang patut diwaspadai. Beberapa gempa bumi signifikan, bahkan diikuti tsunami, pernah terjadi di wilayah ini.

Tiga Sesar Utama di Kalimantan Timur

Sesar Mangkalihat

Lokasi: Sesar ini membentang di pantai timur Pulau Kalimantan, melintasi wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

Karakteristik: Merupakan salah satu sesar paling aktif di Kaltim dan berpotensi menghasilkan gempa dengan magnitudo yang signifikan, bahkan hingga M 7,0. Sesar ini juga disebut sesar geser (strike-slip fault) dan dapat terhubung dengan Sesar Palu Koro di Sulawesi.

Contoh Gempa: Sesar Mangkalihat diduga menjadi pemicu beberapa gempa di masa lalu, termasuk gempa M 5,6 di Berau pada 15 September 2024.

Sesar Maratua

Lokasi: Terletak di wilayah perairan sekitar Pulau Maratua, Kabupaten Berau.

Karakteristik: Sesar ini juga merupakan sesar aktif yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas tektonik di wilayah tersebut. BMKG mengidentifikasi sesar ini sebagai salah satu sumber gempa di Kaltim.

Potensi: Adanya potensi gempa dan bahkan tsunami di wilayah Berau dan sekitarnya terkait aktivitas sesar ini.

Sesar Paternoster

Lokasi: Sesar ini melintasi beberapa wilayah, termasuk di dekat Kabupaten Penajam Paser Utara (lokasi Ibu Kota Nusantara/IKN).

Karakteristik: Meskipun sering disebut sebagai sesar normal yang mengalami reaktivasi, Sesar Paternoster memiliki catatan gempa kuat, termasuk yang berpotensi mencapai magnitudo skala enam.

Ketiga sesar ini menunjukkan bahwa wilayah Kalimantan Timur, terutama bagian timur dan selatan, tidak sepenuhnya bebas dari risiko gempa bumi dan perlu terus diwaspadai, terutama dengan adanya proyek strategis seperti IKN.

Riwayat Gempa Bumi Signifikan di Kalimantan Timur

Berikut adalah beberapa catatan gempa bumi yang signifikan di Kalimantan Timur:

14 Mei 1921 - Gempa dan Tsunami Sangkulirang:

Ini adalah salah satu peristiwa gempa dan tsunami paling merusak yang tercatat di Kalimantan Timur.

Gempa ini memiliki skala intensitas VII-VIII MMI, menyebabkan kerusakan sedang hingga berat pada bangunan di wilayah Sangkulirang, dengan radius guncangan mencapai 250 km.

Gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Sangkulirang dan diikuti oleh terjangan tsunami setinggi 1 meter yang mengakibatkan kerusakan parah di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang, khususnya di Sekurau. Peristiwa ini juga menyebabkan rekahan tanah (likuifaksi) sepanjang 10 meter dengan lebar 20 cm serta menyemburkan pasir dan tanah liat.

19 April 1923 - Gempa Tarakan:

Meskipun Tarakan kini masuk Provinsi Kalimantan Utara, pada masa itu sering dikaitkan dengan wilayah Kalimantan Timur. Gempa ini dilaporkan memiliki magnitudo 7,0.

Dampak guncangannya mencapai skala intensitas VII-VIII MMI, merusak banyak bangunan rumah dan menyebabkan rekahan tanah.

14 Februari 1925 - Gempa Tarakan:

Tarakan kembali dilanda gempa dengan skala intensitas VI-VII MMI, menyebabkan kerusakan pada banyak bangunan rumah.

28 Februari 1936 - Gempa Tarakan:

Gempa berkekuatan M 6,5 ini juga dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan rumah di Tarakan.

16 November 1964 - Gempa Tanjung Mangkalihat:

Berkekuatan M=5,7.

4 Juni 1982 - Gempa Kutai Timur:

Berkekuatan M=5,1.

31 Juli 1983 - Gempa Muarabulan, Kutai Timur:

Berkekuatan M=5,1.

16 Juni 2000 - Gempa Mangkalihat:

Berkekuatan M=5,4.

31 Januari 2006 - Gempa Tanjungredep:

Berkekuatan M=5,4.

24 Februari 2007 - Gempa Muaralasan, Berau:

Berkekuatan M=5,3.

2009 - Gempa Paser:

Terjadi di Long Ikis, Paser, dengan kekuatan M 4,7. Meskipun tidak terlalu besar, gempa ini menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah, sekolah, dan tempat ibadah. Ini dianggap sebagai gempa pertama yang mengguncang wilayah Kalimantan pada abad ke-21 yang menyebabkan kerusakan.

21 Desember 2015 - Gempa Tarakan:

Memiliki magnitudo 6,1. Pusat gempa terletak di laut dan merusak banyak bangunan rumah, diikuti oleh 16 kali gempa susulan.

20 Juni 2023 - Gempa Mahakam Hulu:

Berkekuatan M 4,6 dan dirasakan hingga Samarinda. Tidak ada laporan kerusakan signifikan.

15 September 2024 - Gempa Berau:

Gempa M 5,6 yang dipicu oleh Sesar Mangkalihat. Dirasakan dengan intensitas IV MMI di Karangan, Kutai, dan Maratua. Menyebabkan kerusakan ringan pada rumah-rumah di Kampung Batu Putih, Berau, dan diikuti oleh 18 gempa susulan.

18 Juli 2025 - Gempa Balikpapan:

Gempa M 4,6 mengguncang wilayah Tenggara Balikpapan dan terasa hingga Kotabaru, Batulicin, dan Tanah Grogot.

Meskipun frekuensi gempa merusak di Kalimantan Timur tidak setinggi daerah lain di Indonesia, data sejarah ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut bukanlah zona yang sepenuhnya bebas gempa dan memiliki potensi gempa bumi yang signifikan di masa mendatang, terutama dari aktivitas sesar-sesar lokal seperti Sesar Mangkalihat, Maratua, dan Paternoster. Oleh karena itu, penting untuk terus melakukan mitigasi bencana dan edukasi kepada masyarakat. (*)

Editor : Indra Zakaria