Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bukan Hanya Bebas Penjajahan, Kaltim Harus Merdeka Tanpa Asap Rokok

Redaksi Prokal • 2025-08-21 13:00:00
ilustrasi rokok
ilustrasi rokok

SAMARINDA- Dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan makna baru pada kata "merdeka". Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Muallimin, menyatakan bahwa kemerdekaan sejati bukan hanya berarti bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari ancaman kesehatan, seperti asap rokok dan vape.

Pesan ini menjadi inti dari Seminar Kesehatan yang diselenggarakan Dinkes. "Walaupun kita tidak merokok, tetapi kalau kanan kiri, depan dan belakang kita ada orang yang merokok, maka udara atau oksigen yang kita serap sudah terpapar zat adiktif," ujar Jaya Muallimin.

Seminar ini tidak hanya menyoroti bahaya rokok konvensional, tetapi juga bahaya vape yang kini semakin populer di kalangan remaja. Dengan menghadirkan narasumber dari Satpol PP dan pakar kesehatan, seminar ini juga mengedukasi peserta tentang peran penegakan hukum dalam menciptakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Acara ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk kesehatan adalah bagian integral dari perjuangan untuk kemerdekaan.

GANDENG KOMUNITAS

Pemerintah tidak dapat berjuang sendirian dalam memerangi tingginya angka perokok di Kalimantan Timur. Hal ini dibuktikan dalam Seminar Kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, yang menghadirkan narasumber dari berbagai sektor, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan organisasi komunitas.

Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Muallimin, menyatakan bahwa seminar yang dihadiri 150 peserta dari berbagai kalangan ini merupakan wujud kolaborasi. Dr. Aryo Dirgantara Putra memaparkan bahaya rokok dan vape, sementara Robi Setiawan dari Satpol PP menjelaskan peran penegakan hukum. Selain itu, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kaltim juga hadir dan menyatakan keprihatinannya.

"Banyak anak usia remaja yang sudah kecanduan rokok," kata Ketua YJI Kaltim, Wahyu Hernaningsih Seno Aji. Ia berharap seminar ini dapat memberikan kiat-kiat jitu untuk menyelamatkan generasi muda dari kecanduan rokok, yang merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa upaya edukasi dan pencegahan perlu melibatkan semua pihak agar hasilnya lebih optimal. (*)

Editor : Indra Zakaria