WASHINGTON – Hubungan diplomatik Amerika Serikat dengan sekutu Eropanya berada di titik nadir setelah Presiden Donald Trump melontarkan ancaman keras untuk memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol. Pernyataan kontroversial ini muncul menyusul keputusan tegas Madrid yang melarang penggunaan pangkalan militer di wilayah kedaulatannya untuk melancarkan serangan udara terhadap Iran.
Kekesalan Trump memuncak saat ia menerima kunjungan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, di Ruang Oval Gedung Putih, Selasa (3/3). Di hadapan awak media, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak ingin lagi menjalin urusan ekonomi dengan negara yang dianggap tidak kooperatif dalam misi militernya.
"Kami akan memutus seluruh perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan lagi dengan mereka," tegas Trump dengan nada geram.
Ketegangan ini bermula ketika Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares, menyatakan bahwa fasilitas militer di bawah kedaulatan Spanyol tidak boleh digunakan untuk aksi sepihak yang berada di luar kerangka perjanjian bilateral maupun Piagam PBB. Albares menegaskan bahwa meskipun pangkalan tersebut digunakan bersama, Spanyol memegang otoritas tertinggi dan memandang serangan AS ke Iran sebagai tindakan sepihak yang tidak dikoordinasikan sebelumnya.
Kritik Pedas untuk Inggris: "Bukan Winston Churchill"
Tak hanya Spanyol, Inggris pun tak luput dari sasaran amarah Trump. Presiden AS itu menyatakan kekecewaannya atas keputusan London yang mengalihkan kedaulatan Kepulauan Chagos kepada Mauritius. Keputusan tersebut dianggap mempersulit akses AS ke pangkalan militer strategis Diego Garcia, yang selama ini menjadi jantung operasi militer Amerika di Timur Tengah.
Trump menyebut posisi Inggris saat ini sangat mengejutkan dan merusak hubungan jangka panjang kedua negara. Ia bahkan melontarkan sindiran tajam kepada Perdana Menteri Keir Starmer dengan membandingkannya dengan pemimpin ikonik era Perang Dunia II.
"Sangat memalukan. Yang kami hadapi saat ini bukan Winston Churchill," sindir Trump, merujuk pada ketidaksenangan AS karena harus menempuh waktu terbang lebih lama akibat kendala akses di Diego Garcia.
Sikap keras Trump ini menandai babak baru ketidakpastian dalam aliansi trans-atlantik. Di tengah memanasnya situasi di Timur Tengah, keretakan hubungan dengan sekutu tradisional seperti Spanyol dan Inggris dikhawatirkan akan mengubah peta kekuatan geopolitik dan stabilitas ekonomi global secara signifikan. (*)
Editor : Indra Zakaria