Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Drama Degradasi Super League Memanas: PSM Makassar hingga Persis Solo Berjuang Habis-Habisan

Redaksi Prokal • 2026-03-25 07:30:00

 PSM Makassar, tim besar di Super League yang kini terancam turun kasta ke Championship.
PSM Makassar, tim besar di Super League yang kini terancam turun kasta ke Championship.

JAKARTA – Kompetisi Super League 2025/2026 kini memasuki fase paling krusial. Memasuki pekan ke-25, peta persaingan tidak hanya memanas di jalur perebutan juara, tetapi juga di zona degradasi yang kian membara. Di saat tiga raksasa papan atas—Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta—sudah bisa bernapas lega karena secara matematis telah mengunci posisi di kasta tertinggi musim depan, drama berbeda justru dialami tim-tim besar lainnya di papan bawah.

Kepastian bertahannya trio papan atas tersebut bukan sekadar asumsi. Dengan raihan poin yang sudah melampaui angka 50, Persib, Borneo, dan Persija sudah tidak mungkin lagi terkejar oleh tim-tim di zona merah. Sebagai perbandingan, penghuni zona degradasi saat ini seperti Madura United, Semen Padang, dan Persis Solo baru mengoleksi 20 poin. Dengan sisa sembilan pertandingan, poin maksimal yang bisa diraih tim-tim di zona maut tersebut hanyalah 47 poin.

Namun, ketenangan di papan atas berbanding terbalik dengan kekacauan di papan bawah. Persaingan untuk menghindari turun kasta ke Championship masih terbuka lebar dan sangat mencekam. Selisih poin yang sangat tipis membuat setiap laga kini layaknya partai final yang menentukan nasib klub di masa depan.

Kondisi ini membuat tim-tim seperti Persijap Jepara yang mengoleksi 21 poin belum bisa bernapas lega karena posisi mereka sangat rawan tergeser ke zona merah. Situasi serupa juga menghantui tim sebesar PSM Makassar. Tim berjuluk Juku Eja tersebut saat ini baru mengumpulkan 24 poin dan belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Satu kemenangan bisa menjadi napas tambahan, namun satu kekalahan saja bisa langsung menjatuhkan mereka ke posisi yang sangat berbahaya.

"Konsistensi menjadi kunci utama di sisa musim ini. Setiap hasil pertandingan kini memiliki dampak besar yang bisa mengubah nasib sebuah klub dalam sekejap," ungkap salah satu pengamat kompetisi mengenai ketatnya persaingan musim ini.

Di sisi lain, Malut United berada dalam posisi yang relatif lebih nyaman dengan raihan 45 poin. Meski secara matematis mereka belum 100 persen aman, Malut United hanya membutuhkan sedikit tambahan hasil positif untuk benar-benar mengunci status bertahan di liga. Mereka kini hanya perlu menunggu hasil dari tim-tim di bawahnya untuk memastikan posisi mereka tidak lagi terjangkau.

Dengan sembilan laga tersisa, drama Super League dipastikan belum berakhir. Saat tiga tim teratas sudah bisa mulai merancang strategi juara, sebagian besar tim lainnya justru harus bertarung habis-habisan hingga tetes keringat terakhir demi menghindari pahitnya jurang degradasi. (*)

Editor : Indra Zakaria