SAMARINDA – Teka-teki mengenai kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII tahun 2026 akhirnya mulai menemukan titik terang. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim dijadwalkan akan menggelar rapat krusial bersama Panitia Besar (PB) Porprov pada minggu pertama April mendatang untuk memutuskan apakah ajang empat tahunan ini tetap digelar sesuai jadwal atau terpaksa diundur.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut sebenarnya direncanakan berlangsung saat bulan Ramadan lalu. Namun, karena padatnya agenda Kepala Dispora Kaltim maupun pihak PB Porprov di Paser, pertemuan tersebut baru bisa disepakati setelah Idulfitri.
“Setelah komunikasi dengan teman-teman yang lain, kami sepakati untuk dilaksanakan April, antara tanggal 8 atau 9 mendatang,” ujar Rasman menerangkan rencana pertemuan tersebut.
Pertemuan ini diharapkan menjadi jawaban akhir atas spekulasi yang beredar di kalangan atlet dan pengurus cabang olahraga. Fokus utama pembahasan nantinya akan menyasar pada kemampuan penganggaran daerah serta analisis mendalam mengenai dampak positif dan negatif jika Porprov tetap dilaksanakan pada November 2026 atau digeser ke tahun 2027.
Rasman tidak menampik bahwa masalah finansial menjadi batu sandungan utama. Sejumlah kabupaten dan kota telah menyuarakan keberatan jika dipaksakan tahun ini karena keterbatasan anggaran. Namun, memundurkan jadwal ke tahun 2027 juga bukan tanpa risiko, mengingat kondisi fiskal di masa depan belum tentu lebih baik.
“Masalah anggaran ini memang tidak bisa kita pungkiri. Namun, kami pastikan Porprov tetap terlaksana. Hanya saja, secara pribadi, mungkin baru bisa dilaksanakan di triwulan kedua 2027,” ungkapnya memberikan pandangan pribadi terkait opsi pengunduran jadwal.
Opsi pengunduran ke tahun 2027 juga memunculkan kekhawatiran baru, yakni potensi overheat pada atlet dan overload anggaran karena banyaknya agenda olahraga besar di tahun tersebut. Menanggapi hal itu, Rasman menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi analisis matang untuk mengambil jalan tengah terbaik.
“Semua sudah kami analisa. Jika 2026 konsekuensinya begini, kalau di 2027 seperti apa. Kita ambil jalan tengah mana yang bisa diminimalkan dan dimaksimalkan. Kalau anggarannya sedikit, ya harus ada skala prioritas,” tutup Rasman tegas. (*)
Editor : Indra Zakaria