MANCHESTER – Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memberikan pernyataan emosional menanggapi kabar mengejutkan mengenai rencana kepergian Mohamed Salah dari Liverpool dan Premier League pada akhir musim ini.
Bagi Pep, kehilangan sosok Salah bukan sekadar kehilangan rival di lapangan, melainkan sebuah penanda besar berakhirnya era kompetisi paling intens yang pernah ia rasakan di tanah Inggris.
Pep Guardiola merefleksikan bagaimana dinamika persaingan di papan atas Liga Inggris telah berubah drastis dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengenang masa-masa persaingannya dengan Jurgen Klopp yang lebih dulu meninggalkan Anfield, dan kini harus menerima kenyataan bahwa Salah—salah satu pilar utama yang membangun kejayaan Liverpool—akan menyusul langkah tersebut. Pep mengakui bahwa keberadaan sosok-sosok seperti mereka adalah alasan mengapa dirinya mampu terus berkembang dan menjaga level kepelatihannya di titik tertinggi.
Secara spesifik, Pep memberikan pujian setinggi langit terhadap kemampuan teknis pemain berpaspor Mesir tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun, Salah adalah sosok yang selalu menjadi fokus utama dalam setiap instruksi taktiknya sebelum laga melawan The Reds. Pep mengaku sering kali harus memberikan peringatan khusus kepada barisan pertahanannya tentang betapa berbahayanya kontrol bola dan kemampuan teknis Salah yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam sekejap.
Kehilangan Salah di mata Pep adalah kehilangan besar bagi Premier League secara keseluruhan. Setelah sebelumnya mengaku sangat merindukan Klopp yang selalu memaksanya menjadi manajer yang lebih baik, kini Pep harus bersiap kehilangan salah satu lawan paling teknis yang pernah ia hadapi. Pernyataan ini sekaligus menjadi bentuk pengakuan tulus dari sang rival atas warisan luar biasa yang ditinggalkan Mohamed Salah selama sembilan tahun pengabdiannya di sepak bola Inggris. (*)
Editor : Indra Zakaria