Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Bisa Jadi Lawan Kuat, Udin - Indrajit

izak-Indra Zakaria • 2020-07-07 12:32:42
Photo
Photo

TARAKAN – Sebelumnya H. Udin Hianggio sempat menyinggung nama Indrajit, kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara pertama yang masih menjabat saat ini. Desas-desus kedekatan keduanya menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltara 2020 pun mengalir dalam pembicaraan di kalangan pengurus partai politik (parpol) di Kaltara.

Komunikasi Wakil Gubernur Kaltara H. Udin Hianggio dikabarkan semakin intens usai rencananya maju bersama Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si, di Pilgub kandas. “Sebenarnya ada 3 nama, yakni Undun (Dr. H. Undunsyah), Indrajit (Irjen Pol Indrajit) dan Yansen. Saat ini tinggal 2 figur,” ujarnya ketika diwawancara akhir Juni lalu.

Bahkan satu dari dua figur telah memberi lampu hijau, kata dia. Meski ia memilih untuk merahasiakannya sementara.

“Untuk kedua figur komunikasi berjalan cukup baik. Insyaallah ada dengan salah satu figur. Salah satu di antara figur (Undunsyah dan Indrajit) ini ada yang kiranya memberikan lampu hijau untuk menjadi partner saya,” tukasnya.

“Kami masih sering calling-calling, tapi saya tidak ingin menyebutkan nama tokohnya dulu. Saya yakin karena figur ini saya bisa memegang komitmennya,” kata Udin..

Udin menggambarkan sosok tersebut cukup memiliki elektabilitas tinggi di Kaltara. Hal itu tidak terlepas dari posisi sang figur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Saya melihat figur ini memiliki kepedulian cukup besar di masyarakat dan beliau juga aktif bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hal itulah yang membuat saya cukup terkesan,” jelasnya.

Udin juga optimistis mendapat dukungan partainya. Menurutnya, dukungan terus datang dari internal partai. Sehingga, dukungan tersebutlah yang membuatnya semakin yakin jika dirinya masih memiliki tanggung jawab melanjutkan pembangunan di Kaltara.

“Kalau tidak yakin, ngapain mau maju. Tentu keyakinan datang karena adanya dukungan dari sekitar,” pungkasnya.

Seorang pengurus dari kalangan partai menyebut, jika sosok yang dimaksud Udin tersebut adalah Indrajit. “Ini komunikasinya masih berjalan,” singkat sumber yang enggan namanya dikorankan.

Indrajit dalam Pilgub mendatang bukan tanpa dukungan. Bahkan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kaltara Norhayati Andris secara terang-terangan mengungkap permintaan pihaknya kepada Indrajit agar berkenan diusung partai berlambang banteng tersebut.

 

DEKAT DENGAN PDIP?

Sebuah foto kembali beredar. Menunjukkan kedekatan Indrajit dengan sejumlah politisi PDIP. Dalam foto itu tampak Norhayati Andris dan Ir. Deddy Yevri Hanteru Sitorus, M.A, dan Indrajit. Norhayati tampak mengabadikan momen pembicaraan Indrajit dengan Deddy yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Dapil Kaltara.

Ketika dikonfirmasi Radar Tarakan, Norhayati menyatakan bahwa foto yang beredar tersebut saat ketiganya bertemu tanpa sengaja di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten beberapa waktu lalu.

“Biasalah, kami bertemu terus ngopi-ngopi, kan teman. Kamu (pewarta) tahu sendiri kan kalau saya hobi berfoto?” ujar wanita yang juga ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara ini.

Melalui hal tersebut, Norhayati mengungkapkan bahwa PDIP ingin membangun koalisi di luar koalisi petahana, Dr. H. Irianto Lambrie di Pilgub Kaltara 2020. “Kaltara harus menghadirkan figur baru karena selama berada di kawasan perbatasan ini, Kaltara belum maju sekali. Terbukti dari sistem penerbangannya, padahal kita (Kaltara) sangat dekat dengan negara tetangga, Malaysia. Bahkan satu pulau,” tuturnya.

Melalui hal tersebut, Norhayati menyatakan bahwa pihaknya siap untuk mengusung kader baru. Bahkan pihaknya juga sudah memiliki bakal calon dan sejumlah partai untuk berkoalisi. “Tapi ini masih rahasia dong. Biar aja, kami mau buat penasaran,” pungkasnya.

Ketika disinggung soal Indrajit, Norhayati menjelaskan sosok yang akan diusung PDIP masih dalam proses seleksi pihaknya.

 

DIPREDIKSI 2 PASLON

Pengamat politik Kaltara, Aslan, S.E, M.Ec.Dev, menilai belum tampak jelas siapa yang akan menantang pasangan Dr. H. Irianto Lambrie – H. Irwan Sabri, S.E. Sejumlah partai besar tampak masih mengutak-atik tokoh yang akan dipasangkan.

“Kalau saya melihat, memang masih ada beberapa figur yang akan menantang Pak Irianto, seperti Pak H. Udin Hianggio yang masih dalam tahap komunikasi,” ujarnya, kemarin (6/7).

Meski sebelumnya Udin percaya diri menyatakan bahwa dirinya akan bergandengan dengan Dr. Yansen TP, M.Si, namun belakangan berubah. Komunikasi politik keduanya menjadi renggang, peluang berpasangan pun menjadi kecil.

Partai Hanura menjadi harapan Udin. Hanya, Partai Hanura berharap kesiapan sang figur. “Hanura masih dalam komunikasi Irianto juga. Tapi saya melihat masih ada penantang bagi Irianto,” jelasnya.

Aslan mengakui jika nama Indrajit dianggap sebagai figur yang cukup kuat dalam bursa Pilgub Kaltara 2020. “Kalau saya melihat, akan ada 2 pasangan calon dari parpol nanti, termasuk petahana. Sementara untuk calon independen masih dalam tahap verifikasi dan berat untuk lolos dalam penetapan sebagai calon,” pungkasnya.

 

SELEKSI JUSUF SK TAK DILANJUTKAN

Pendaftaran Pilgub Kaltara dijadwalkan 4 hingga 6 September 2020 mendatang. Beberapa partai masih dalam proses seleksi dan akan mengumumkan dukungan dalam waktu dekat.

Salah satunya ialah Partai Golkar. Saat dikonfirmasi Sekretaris DPW Golkar Kaltara Suharno mengatakan, pihaknya akan mengumumkan dukungan pertengahan Juli ini.

“Mungkin minggu depan kami akan melaporkan rekomendasi sesuai apa yang kami sampaikan di pertengahan bulan. Kalau sekarang belum, mungkin minggu depan sudah ada titik terang,” tuturnya.

Menurutnya, semua figur yang mendaftar di Golkar memiliki elektabilitas yang tidak jauh berbeda. Selain itu ia memastikan dari 3 figur yang mendaftar dipastikan 1 figur tidak dapat melanjutkan proses seleksi. “Saya kira semua punya elektabilitas. Kalau saya pribadi semua memiliki pendukungnya masing-masing. Cuma Pak Jusuf SK dipastikan mundur, karena alasan kesehatan,” tukasnya.

Ditegaskannya, sejauh ini tidak ada batasan usia terkait persyaratan figur. Partai Golkar hanya melihat elektabilitas dan kesamaan visi-misi.

“Untuk kriteria saya kira dalam PKPU tidak ada batasan maksimal umur. Sepanjang dia masih mampu dan memiliki fisik sehat untuk menjadi bakal calon. Kedua dia memiliki elektabilitas, wibawa dan memiliki kepedulian cukup tinggi dalam membangun Kaltara. Paling penting memiliki visi dan misi yang sama dengan partai,” tuturnya.

Suharno menilai pemerintahan di Kaltara sudah berjalan cukup baik. Meski demikian, dibutuhkan pekerja keras yang mau berjuang untuk membuat Kaltara dapat mengejar pembangunan provinsi lainnya.

“Saya kira setiap pemimpin sudah bekerja maksimal sesuai kemampuan. Dan saya pikir pembangunan saat ini masih terus berjalan. Kaltara ini kan adalah provinsi termuda, tentu membutuhkan perjuangan untuk membuat Kaltara dapat mengejar provinsi lain. Sehingga Golkar tentu akan melihat potensi figur yang cerdas dan pandai dalam melihat peluang,” jelasnya.

 

LEBIH PERCAYA DIRI

Juru Bicara Dr. H. Irianto Lambrie, Ricky Valentino, S.Pt, M.Ikom, mengaku jika pihaknya telah menerima sejumlah surat keputusan (SK) dukungan dari partai politik untuk Pilgub Kaltara 2020. Bahkan, menargetkan akan ada 9 parpol di barisan koalisi.

Kepada Radar Tarakan, Ricky menyatakan bahwa SK yang telah berada di tangan pihaknya ialah PKS dengan 3 kursi, Nasdem 2 kursi, PBB 1 kursi, Perindo 1 kursi, PAN 2 kursi dan PPP 1 kursi. Jika diakumulasi 10 kursi dukungan.

“Memang sudah 10 kursi. PAN dan PPP sudah 100 persen. Tinggal menunggu penyerahan saja, itu karena ketua umum parpolnya lagi di luar kota. Jadi penyerahannya kemungkinan minggu ini,” bebernya.

Komunikasi dengan Golkar, Demokrat dan PKB masih berjalan. Sehingga pihaknya pun masih menunggu 1-2 minggu ini untuk mendapatkan jawaban dukungan dari 3 parpol tersebut.

“Target kami 7 kursi sudah tercapai dan sudah dapat 10 kursi. Kami sedang berusaha berkomunikasi ke Partai Demokrat, karena Irwan Sabri sebagai kader Demokrat, walaupun ada Pak Yansen (ketua DPD Demokrat Kaltara) sebagai kader, tapi keduanya sama-sama kader. Kami juga komunikasi ke Golkar dan PKB, jadi kami masih menunggu saja nih,” pungkasnya. (*/zac/shy/lim)

Editor : izak-Indra Zakaria