Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Belajar via TV, Sebagian Siswa Kesulitan

anggri-Radar Tarakan • 2020-09-17 10:15:48
int
int

TARAKAN - Kegiatan belajar mengajar secara online, pemerintah pusat akan meluncurkan program bantuan kuota internet kepada siswa dan guru. Proses pembagiannya diawali dengan pendataan nomor telepon yang langsung dilaporkan ke pihak sekolah atau kampus.

Pendataan ini dilakukan sejak Agustus dan diperpanjang hingga 11 September 2020. Kuota ini akan diberikan setiap bulan untuk siswa dan guru sebanyak 50 GB.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan, Tajuddin Tuwo menjelaskan, pembagian paket yang sebelumnya sudah direncanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), rencananya akan dibagikan pada 16 September, tetapi hal tersebut dikatakan Tajuddin bisa saja berubah karena untuk surat edarannya belum ada.

“Untuk besarannya dari info Kementerian (Kemendikbud) akan membagikan sekitar 50 GB untuk setiap nomor siswa yang sudah terdaftar, dan untuk data siswa yang ada di Tarakan seluruhnya sudah dikirim, bahkan kami juga melakukan penambahan waktu untuk melakukan pengiriman,” jelasnya.

Selain itu, pembagian paket tersebut akan langsung dikirim ke masing-masing nomor yang sudah dikirimkan ke pihak Kemendikbud. Disdikbud berharap dengan adanya paket dari dari pusat, akan lebih memudahkan seluruh siswa untuk mengikuti proses belajar secara daring.

Lanjut Tajuddin, sedangkan untuk proses belajar kepada seluruh siswa yang melakukan proses pembelajaran dengan menggunakan TV lokal diuji coba selama 2 minggu terakhir ini. Teryata hal tersebut belum bisa membantu sebagian masyarakat dalam mengakses. Sehingga kemungkinan besar pembelajarannya dilakukan kembali di siaran pusat seperti TVRI.

“Saya kira dengan melakukan proses belajar di TV lokal ini, kalau memang banyak orang tua yang tidak dapat mengakses proses belajar lewat itu, maka hal tersebut tidak dapat dilanjutkan, bahkan dari Wali Kota (dr. Khairul, M.Kes) juga sudah menyampaikan bahwasanya jika pembelajaran itu tidak dapat diakses oleh masyarakat maka proses pembalajaran itu tidak dapat dilakukan,”ungkapnya.

Maka dari itu, untuk proses belajar akan tetap dilakukan secara daring melalui HP masing-masing, bahkan dari Baznas Tarakan  juga sudah memberikan puluhan HP kepada beberapa siswa kurang mampu. Selain itu, dari Disdikbud juga berharap banyak donatur yang bisa membantu dalam menyalurkan bantuannya ke sejumlah siswa yang kurang mampu untuk membeli HP.

“Untuk data siswa yang kurang mampu, pada saat penerimaan siswa baru memang banyak terdapat siswa yang kurang mampu, bahkan untuk beasiswa transisi yang diberikan kepada sejumlah siswa lebih dari 3.000 siswa. Tetapi kami hanya mengambil prioritasnya saja yang paling membutuhkan, sedangkan sisanya diserahkan kepihak Baznas,” ungkapnya. (agg/lim)

Editor : anggri-Radar Tarakan